Beranda Suara Buruh Pasca Demo, 72 Pekerja Gelumbang Kab. Muara Enim Sumsel Di PHK

Pasca Demo, 72 Pekerja Gelumbang Kab. Muara Enim Sumsel Di PHK

351
0
BERBAGI

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Made Sri Seluke

MUARA ENIM, SUMSEL – Sebanyak sekitar 72 pekerja perusahaan pabrik Sawit PT. BIM, Gelumbang, Muara Enim, Sabtu (7/03/2020) siang, dipaksa untuk angkat kaki dan mengosongkan rumah milik perusahaan, pasca di PHK massal, pada akhir Februari 2020 kemarin.

Permintaan untuk mengembalikan inventaris dan mengosongkan rumah yang sebelumnya ditempati para pekerja ini menyusul dikeluarkannya surat pemberitahuan untuk mengosongkan fasilitas rumah milik perusahaan, yang diterima pekerja.

Bahkan, dalam surat tersebut, para pekerja diminta untuk segera mengosongkan rumah paling lambat 7 Maret 2020 (Pada Hari ini,) Management perusahaan juga mengancam akan mempidanakan para pekerja jika pemberitahuan itu tidak dilaksanakan.

“Ya hari ini, kami semua diminta untuk segera mengembalikan dan mengosongkan rumah milik perusahaan. Pihak perusahaan juga mengancam,” kata salah satu pekerja.

“Akan mempidanakan jika sampai batas waktu yang mereka pinta tidak dilakukan,” ungkap Paiman, Ketua Serikat Pekerja SBSI PT. BIM, saat dibincangi disela-sela memindahkan dan mengangkut barang-barang keluar area kantor perusahaan, Sabtu siang.

Paiman juga menyayangkan tindakan arogan perusahaan, yang melakukan pemecatan sepihak massal terhadap para pekerja.

Pemecatan massal itu, sambung Paiman, diduga buntut dari aksi demo mogok kerja yang dilakukan para pekerja, yang menuntut transparansi pelaksanaan akuisisi dari PT MAS ke PT BIM, beberapa waktu lalu.

Senada juga disampaikan oleh Feby, salah satu pekerja wanita yang juga ikut dipecat bersama puluhan pekerja lainnya.

“Sangat tidak manusiawi tindakan pihak perusahaan, main pecat saja tanpa ada kejelasan,,” ucap Feby, pekerja yang lagi hamil sekitar 7 bulan ini sedih,

Dari pantauan sorotnews.co.id, dengan menggunakan sejumlah kendaraan sepeda motor, mobil pick up dan truk para pekerja ini mulai mengangkut dan memindahkan barang-barang milik mereka keluar area perusahaan.

Bahkan, saat hendak memasuki pintu gerbang keluar kantor, sejumlah kendaraan pengangkut muatan barang-barang peralatan rumah tangga milik para pekerja ini sempat berhenti lama karena harus tetap mengantongi surat jalan dari perusahaan.

Sebelumnya, perwakilan Pengurus Korwil (K) Sumsel, Umar menyebutkan, usai di PHK massal oleh management perusahaan, pihaknya mendapat surat pemberitahuan agar segera menggosongkan rumah (mess) milik perusahaan.

“Dalam surat itu para pekerja di PHK dengan alasan pengunduran diri, dan diminta untuk segera menggosongkan rumah milik perusahaan, dan itu tidak benar sama sekali,” ujar Umar, kepada wartawan, belum lama ini.

Umar menuturkan, pemecatan sepihak dan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan pihak perusahaan, diduga buntut aksi demo mogok kerja yang mereka lakukan karena menuntut transparansi pada akuisisi perusahaan dari PT. MAS ke PT. BIM, pada akhir tahun 2019 kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Umar, rencananya para pekerja akan membangun tenda disekitar jalan lintas Prabumulih-Gelumbang atau di samping tidak jauh dari kantor PT. BIM.

“Puluhan pekerja ini akan mendirikan tenda di sekitar kantor PT. BIM, dan akan melanjutkan aksinya sampai tuntas. Bahkan Senin nanti, kita juga akan menggelar aksi ke kantor Bupati Muara Enim,” jelas Umar, kepada Wartawan Dilarang Meliput Disekitar Area Kantor.

Sementara itu, wartawan dilarang dan tidak diperbolehkan masuk kantor saat hendak melakukan peliputan dan konfirmasi ke management perusahaan.

“Maaf pak, kami hanya menjalankan tugas dan perintah atasan, jadi tidak bisa masuk meliput ke dalam kantor, dan melakukan konfirmasi, maaf ya pak,” kata salah satu petugas security Pos pintu masuk kantor, ketika mengetahui maksud dan tujuan wartawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here