Beranda Berita Utama Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI Oleh Adilla Azis Bersama Tokoh Masyarakat...

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI Oleh Adilla Azis Bersama Tokoh Masyarakat Klojen

683
0
BERBAGI

Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Karim

MALANG, JATIM – Anggota MPR RI Adilla Azis, SE, gelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sosialisasi empat pilar kali ini bersama warga dan tokoh masyarakat Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang Jawa Timur, bertempat di Gedung Serbaguna RW 01 Bareng Kartini pada hariJumat, (26/6/2020).

Meskipun di tengah situasi Pandemi Covid 19, tidak mengurangi antusiasme para undangan untuk datang menghadiri Sosialisasi Empat Pilar, yang di sampaikan oleh anggota MPR RI Adilla Azis, SE.

Sebelum memasuki tempat acara, peserta diminta mencuci tangan dengan sabun dan melalui pemeriksaan suhu tubuh Dibantu petugas, sosialisasi berlangsung sesuai standar pencegahan Covid 19.

Turut hadir pada acara tersebut, Pimpinan DPRD Kota Malang Rimzah, Lurah Bareng, Tokoh dan warga masyarakat Kelurahan Bareng

Acara di awali sambutan Lurah Bareng, dalam sambutannya Lurah mengucapkan selamat datang Anggota MPR RI Adilla Azis, Lurah juga menyampaikan trima kasih pada para undangan yang telah datang menghadiri sosialisasi empat pilar kebangsaan, semoga materi yang di sampaikan nanti dapat di cermati dan bermanfaat.

Selanjutnya sambutan dari Wakil Pimpinan DPRD Kota Malang, Rimzah. Dalam sambutan singkatnya terkait empat pilar kebangsaan, di sampaikan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinaka Tunggal Ika, dari nilai nilai empat pilar tersebut sangat berkaitan dalam kehidupan, baik kehidupan berbangsa dan bernegara agar mari kita terapkan dan kita sosialisasikan minimal di lingkungan keluarga kita masing – masing.

“Nanti akan di jelaskan lebih detail oleh Nara sumber Bunda Adilla Azis namun yang penting , kata Rimzah sebagai gambaran saat ini, di tengah pandemi Covid 19 , adalah Vaksin apa yang kita gunakan untuk menangkal semua ini, yaitu dengan kedisiplinan dalam diri kita sediri dan kita terapkan pada keluarga Insya Allah akan menangkal segala macam ancaman,” terang Rimzah, Politisi Muda dari Gerindra yang berasal daril dapil Klojen.

Selanjutnya paparan materi Sosialisasi Adilla Azis, lebih menekankan pada implentasi pada Empat Pilar Kebangsaan.

“Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan,” ungkap Bunda Adilla, sapaan akrab di hadapan peserta sosialisasi di gedung Serbaguna RW 01 Bareng Kartini, Jumat (26/6/2020).

“Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.
Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” jelas Adilla.

Lebih lanjut di jelaskan terkait Konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari : Pancasila; UUD 1945; NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Sebagai dasar NKRI, Pancasila memiliki fungsi sangat fundamental,” kata Adilla.

Pancasila disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum. Sifat Pancasila yuridis formal maka mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila.

Pancasila ; sebagai dasar filosofis dan sebagai perilaku kehidupan. Artinya, Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional

Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila, yaitu nama dari lima dasar negara Indonesia, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Rumusan lima dasar negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 adalah :

Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemanusaiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan dasar negara Republik Indonesia.

“Dasar negara ini kukuh karena digali dan dirumuskan dari nilai kehidupan rakyat Indonesia yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa. UUD 1945 ; Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya. Terdapat empat kandungan dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi alasan komitmen untuk tidak mengubahnya,” ungkap Adilla Azis, anggota DPD/MPR RI, Perwakilan JawaTimur ini (26/6/2020).

Dikatakan pula bahwa, Norma dasar universal bagi tegaknya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Terdapat empat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Pembukaan UUD 1945 mengatur ketatanegaraan Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan
Nilainya sangat tinggi bagi bangsa dan negara Indonesia sebab dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara yaitu Pancasila.

Dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 disebutkan negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk republik.

Dalam pembangunan karakter bangsa dibutuhkan komitmen terhadap NKRI.
(Negara Kesatuan Republik Indonesia),
Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia adalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI.

Bhinneka Tunggal Ika ; bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah. Keberagaman bukan untuk dipertentangkan antara satu dengan yang lain sehingga berakibat pada terpecah belah.

Oleh sebab itu, kata Bunda Adilla Bhinneka Tunggal Ika harus dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelum menutup Adilla Azis, mengajak masyarakat agar membangun rasa kebersamaan dan gitong royong ditengah pandemi covid 19 ini, dan senantiasa kita ber do,a sesuai dengan kenyakinan kepercayaan kita masing masing, karna semua ini adalah cobaan dari Yang Maha Kuasa, dan di balik itu semua ini pasti ada Hikmahnya

“Semoga kita tetap bisa beraktifitas dengan tetap mejaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlanjut dengan sesi diskusi kebangsaan siang ini mampu menggugah semangat kebangsaan generasi muda Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen. Peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here