Beranda Berita Utama Terkait Polisi Tembak Anggota TNI, Kapolri Terbitkan Telegram

Terkait Polisi Tembak Anggota TNI, Kapolri Terbitkan Telegram

36
0
BERBAGI
Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si,

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Dian Setyadi.

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, menerbitkan Surat Telegram menyusul insiden oknum anggota Polri yang menembak tiga orang hingga meninggal dunia, yang salah satunya personel TNI AD di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tersebut bernomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 itu terbit tertanggal 25 Februari 2021, dimana Kapolri memerintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan sinergitas dengan TNI melalui beragam kegiatan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan surat tersebut. Menurut dia, hal ini mengantisipasi peristiwa oknum anggota Polisi menembak anggota TNI dan masyarakat sipil yang serupa terulang lagi.

“Iya betul, sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik,” kata Argo, Kamis (25/2021).

Berikut kelima poin dari isi telegram Kapolri tersebut, yakni :

1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan proses pidana.

2. Secara proaktif terus meningkatkan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga, bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.

3. Memperketat proses pinjam pakai senpi dinas yang hanya diperuntukan bagi anggota Polri memenuhi syarat dan tidak bermasalah serta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam pemakaiannya.

4. Memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan POM TNI untuk terus mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan.

5. Pada kesempatan pertama melaporkan upaya-upaya penanganan dan pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayahnya kepada Kapolri.

Dalam kasus penembakan itu, oknum Polisi Bripka CS ditetapkan sebagai tersangka dan di jerat Pasal 338 KUHP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here