Belasan Siswa SMA Belajar Di Rutan Pekalongan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Belasan pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, antusias menyimak penjalasan maupun jawaban pertanyaan dari petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pekalongan.

Bacaan Lainnya

Para pelajar dari kelas 10 SMA Negeri 1 Kota Pekalongan tersebut sedang menerapkan merdeka belajar di luar sekolah bertema kearifan lokal sesuai tema yang dipilih.

“Jadi kami ini sedang melakukan tugas tentang kurikulum merdeka yaitu adanya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila),” ungkap Muhammad Zam Zami (16) di sela kegiatan di Rutan Pekalongan, Kamis (9/3/2023).

Ia menjelaskan dalam tugasnya tersebut teman satu kelompok membuat laporan berupa foto, vidio yang dijadikan film dokumenter tentang tupoksi Rutan Pekalongan maupun sejarahnya.

“Untuk laporan dikumpulkan ke sekolah sebagai bagian dari tugas merdeka belajar lalu film dokumenter bisa dishare ke media sosial,” jelas Zam Zami.

Selain menerima penjelasan terkait fungsi Rutan, ke 12 pelajar tersebut juga diberikan penjelasan sejarah berdirinya Rutan sekaligus diajak berkeliling untuk lebih banyak mengetahui bangunan yang sebelumnya adalah benteng kuno.

Diketahui benteng yang sejak 1965 berubah fungsi menjadi Rutan dibangun oleh kongsi dagang terbesar asal Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Guru pembimbing siswa kelas 10 SMAN 1 Pekalongan, Satrio Budi Utomo mengatakan dalam pelaksanaan merdeka belajar, beberapa kelompok siswa selain berkunjung ke Rutan juga ada ke museum batik, ke rumah produksi batik dan ada juga yang ke Pemkot Pekalongan.

“Ini tujuannya agar anak-anak mengetahui keberadaan rutan atau loji yang sebelumnya dianggap seram dan menakutkan ternyata di sini ada kegiatan pembinaan tentang pertanian, perkebunan serta perbekelan dan masih banyak lainnya,” beber Satriyo.

Sementara itu Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bidang Kegiatan dan Pembinaan Rutan Pekalongan Eko Kurniawan menyampaikan pihaknya ikut mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka dengan menjadi tuan rumah dari merdeka belajar.

“Intinya melalui merdeka belajar mereka ingin mengetahui sejauh mana tupoksi yang ada di Rutan dan bagian apa saja yang ada di Rutan,” ujar Eko menambahkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *