Nama Pagesangan Ternyata Lebih Dulu Ada Dari Surabaya, Ini Ceritanya

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri Asmoro. 

SURABAYA, JATIM – Di Kota Surabaya ada salah satu nama jalan di kelurahan yaitu Pagesangan. Pagesangan diyakini sudah ada ratusan tahun sebelum berdirinya Surabaya.

Begini ceritanya, dan bagaimana nama Pagesangan didapatkan. Pegiat sejarah di Surabaya Tri Priyono Wijoyo mengatakan Pagesangan berasal dari kata Gesang yang artinya hidup. Gesang sudah muncul sejak abad 9 hingga 15.

Hanya saja wilayah Gesang dulu tidak sama dengan sekarang, karena kan berubah-ubah mungkin Gesang dulu wilayahnya luas, sampai ke timur sekitar Menanggal. Bisa jadi sampai Bungurasih dan sekitarnya. Cuma sekarang kan sudah di kotak-kotak,” ujar pegiat sejarah dari Komunitas Begandring Soerabaia itu, dilansir dari detikjatim, Kamis (7/12/2023).

Seorang pria yang akrab disapa Tepe ini mengatakan katanya Gesang ditemukan di sejumlah prasasti yang berisi toponim kuno dari pagesangan yaitu i gsang atau di gsang. Ada 5 prasasti kuno yang menyematkan kata Gesang atau Gsang menggunakan Aksara Jawa Kuno atau Kawi.

Nama Pagesangan ini diyakini sebagai kampung Arkais. Sebab, rekam jejaknya ada sebelum kerajaan Majapahit dan dibuktikan melalui 5 prasasti.

Prasasti yang di ukir dalam bahasa jawa menggunakan (Aksara Kawi). Gesang memiliki arti Urip atau Hidup, karena lokasinya berdekatan dengan sungai yang berisi air dan diyakini sebagai salah satu sumber kehidupan manusia saat itu. Dalam prasasti itu juga mengisahkan daerah yang memiliki andil besar terkait penambangan atau penyebrangan,” kata Tepe.

Pada Prasasti Canggu menyebutkan Sima atau desa-desa tepian sungai di era Kerajaan Majapahit, salah satunya menyebut Gesang, juga termasuk Surabaya. Jadi, Surabaya disebut dalam Prasasti Canggu seiring dengan Gesang tadi,” kata Tepe.

Gesang juga disebutkan dalam Prasasti Kancana. Prasasti tersebut bercerita tentang Sima atau Desa Bungur Lor. Prasasti tersebut, kata Tepe, juga disebut dengan Prasasti Bungur Lor, lantaran penganugerahan identitas Sima pada Desa Bungur Lor.

Gesang ini dikaitkan karena saat penganugerahan Sima itu para tokoh perwakilan dari desa sekitar diundang atau yang disebut Ramawanua Tepi Siring sebagai saksi. Nah, disitu lah disebutkan I Gesang yang diwakili oleh Buyut Karwabanu Winekasisegaralam, lalu ada juga I Wagai (Wage), lalu I Kuriak (Kureksari), I Warungkut (Rungkut), I Wedi (Gedangan), I Pamasangan (Masangan), semuanya ini diduga toponim kuno nama-nama jalan di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya),” ujar Tepe.

Berkaitan dengan perihal berdirinya Desa Surabaya yang kini menjadi Kota Surabaya. Menurut Tepe, nama Surabaya sendiri telah tertulis secara gamblang dengan aksara Jawa Kuna dalam prasasti Canggu.

Sama dengan Surabaya, itu kan juga disebutkan dalam Prasasti Canggu, Disebut Desa Surabaya. Dan mungkin, wilayahnya tidak seluas sekarang. Jadi, Desa Gesang itu sudah disebut jauh sebelum desa Surabaya disebut, selisihnya sekitar 498 atau 5 abad sebelumnya, itu ada faktanya di prasasti,” jelasTepe.

Dengan berjalannya waktu Gesang berubah menjadi Pagesangan seiring dengan perkembangan zaman. Apa yang membuat kata Gesang berubah menjadi Pagesangan.

Penyebutan secara detail biasanya mengikuti perkembangan zaman dan kultur masyarakat, apalagi saat era kolonial Belanda sudah ada nama Pagesangan dan diyakini sudah disebut seperti itu sebelumnya,” tandas Tepe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *