DPP Partai Gerindra Diminta Hentikan Aktifitas Organisasi Relawan MABES Pragi dan GEMA Bima

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Ferry Lesar. 

MANADO, SULUT – Disinyalir terlibat modus penyalahgunaan nama untuk dukungan Prabowo-Gibran disaat masa kampanye Pilpres 2024, simpatisan dan pendukung minta DPP Partai Gerindra menghentikan aktifitas organisasi relawan MABES Pragi (Masyarakat Bersama Prabowo Gibran) dan GEMA Bima (Gerakan Masyarakat Bersama Indonesia Maju), yang dipimpin Ketum Rizal Lumiu, Wakil Ketua Jones Najoan dan Sekretaris Teddy Marfi Wenas.

Bacaan Lainnya

Demikian penegasan disampaikan simpatisan melalui rilis atau surat terbuka ditujukan ke DPP Partai Gerindra dan turut diterima media sorotnews baru-baru ini.

Adapun modus dilakukan, dengan membentuk organisasi relawan Mabes Pragi (Masyarakat Bersama Prabowo-Gibran), ketiga pelopor ini membuat link website pengajuan bantuan UMKM, Lansia dan Beasiswa.

Kemudian sekitar bulan Januari – Februari 2024, melalui group whatsApp mereka meminta semua anggota group mengisi panduan sesuai KTP dilink website sembari mengarahkan relawan mengajak keluarga, orang- terdekat dan siapa saja yang dikenal turut serta mengisi data pribadi.

Baginya, data yang terisi dikirim secara online lewat link website yang dimaksud untuk didaftarkan dengan batas waktu sampai akhir bulan Februari 2024.

“Rizal Lumiu melalui rapat-rapat secara tatap muka teleconfren menyampaikan kepada anggota, nama-nama yang sudah terkumpul akan diajukan kepada Bapak Prabowo selaku Presiden terpilih untuk memperoleh bantuan UMKM,” sebut Siska Sandra Saerang, mewakili relawan.

Selanjutnya kata Siska, Rizal Lumiu membentuk organisasi Gema Bima (Gerakan Masyarakat Bersama Indonesia Maju), menggantikan organisasi relawan Mabes Pragi.

Dia juga meminta partisipasi dana kepada para pengurus DPP, DPD, DPC serta anggota untuk pengurusan Akte Pendirian Gema Bima dan Koperasi.

“Anehnya setelah berjalan beberapa hari Rizal Lumiu mengeluarkan hampir semua pengurus dan anggota dari grup Mabes Pragi dan Gema Bima dengan berbagai alasan yang tidak pernah disampaikan,” terang Saerang, terheran-heran.

Lanjutnya, Rizal Lumiu memblokir semua kontak WhatsApp sehingga beliau tidak bisa lagi dihubungi.

“Pada akhirnya kami mengirimkan surat ini, karena banyak masyarakat yang telah mengisi link website bantuan UMKM, Lansia dan Beasiswa mempertanyakan kapan realisasinya,” tandasnya.

Terpisah relawan lainnya Berty Warouw berujar, turut bertanggung-jawab karena sudah mengedarkan link website ke banyak anggota namun kesulitan ketika ingin menghubungi ketiga pentolan MABES Pragi.

“Sampai surat beredar tidak ada jawaban untuk kami beri penjelasan kepada banyak relawan dan simpatisan,” tegas Warouw.

Warouw berkata, suatu saat sempat kami pertanyakan kepada Wakil Ketua Umum Jones Najoan melalui chat WhatsApp tapi kami tidak pernah memperoleh jawaban.

Belakangan kami menerima informasi, meskipun ijin pendirian Koperasi belum diterbitkan dari Kementerian Koperasi, tapi mereka sudah melakukan aktivitas.

Sebagai bukti pendukung kami lampirkan juga link website dan data KTP serta daftar nama masyarakat yang mengisi link yang dimaksud.

“Kami simpatisan dan relawan pendukung Bapak Prabowo prihatin dan menyesalkan tindakan dilakukan Ketum Rizal Lumiu dan kawan-kawan serta meminta DPP Partai Gerindra mengambil tindakan tegas dengan tidak mengijinkan organisasi Mabes Pragi dan Gema Bima beraktifitas mengatasnamakan Prabowo – Gibran dan Partai Gerindra,” pungkas Warouw, sambil menyebut ini penting agar mereka tidak mencemari nama baik dan perjuangan Partai Gerindra bersama Prabowo-Gibran.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *