Rencana Deklarasi Berubah Ricuh : Anggota LSM dan Media Diserang Oknum Debt Collector

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

DEMAK, JATENG – Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media terjadi pada Jumat malam, (9/6/24). di Cafe Cahaya Bandung Rejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Peristiwa bermula saat seorang anggota LSM berinisial N, bersama beberapa awak media, mendatangi cafe tersebut untuk berkoordinasi dengan pemiliknya terkait rencana pembentukan organisasi masyarakat (Ormas) baru dan deklarasi dukungan terhadap calon Gubernur Jawa Tengah, Bapak Luthfi.

Sebelum menuju ke lokasi, LSM dan media telah berkoordinasi dengan Kanit Intel Polres Demak untuk menyampaikan rencana acara yang akan dilaksanakan di cafe tersebut. Sesampainya di cafe, mereka bertemu dengan pemilik cafe sambil menikmati kopi dan gorengan, sembari membahas rencana pembookingan tempat.

Tak lama kemudian, seorang Debkolektor (DC) Kemuning yang sudah dikenal oleh LSM berinisial N datang dan diajak duduk bersama untuk berbincang. Namun, perbincangan tersebut tampak serius dan tidak lama kemudian DC Kemuning tersebut meninggalkan cafe.

Insiden mulai memanas saat seorang supervisor Kemuning datang dan dengan nada menantang bertanya siapa yang menyuruh anak buahnya pergi. Ia menantang LSM dan media, mengajak untuk berkelahi dengannya saja. Ketika supervisor Kemuning keluar bersama LSM dan media, terjadi pemukulan terhadap LSM berinisial N.

Seorang teman LSM berinisial U kemudian mencoba menanyakan permasalahan kepada pihak Kemuning, namun ia malah dihajar dengan batu oleh pihak Kemuning. U pun langsung dilarikan ke RS Pelita Bandung Rejo akibat luka yang dideritanya.

Situasi semakin tidak terkendali saat gerombolan pihak Kemuning datang dan mengeroyok media berinisial K. K yang dipukul berhasil melarikan diri ke desa terdekat untuk mencari perlindungan, dan kemudian diantar ke Polsek Mranggen.

Pengacara korban, Mugiyono Ahmad, SH.MH, menyampaikan,dalam kasus ini berharap agar hukum ditegakkan seadil-adilnya untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.

“Kami sangat mendorong aparat kepolisian untuk segera mengusut dan menindaklanjuti secara tuntas insiden pengeroyokan ini agar tidak terjadi aksi-aksi premanisme di wilayah hukum Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Demak.” tegasnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *