Dorong Pembinaan Kemandirian WBP dan Ketahanan Pangan

Laporan wartawan soritnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama jajaran pejabat struktural, melakukan peninjauan langsung ke area budidaya ikan nila yang berlokasi di kawasan brandgang Rutan Pekalongan, Selasa (24/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Lahan perikanan tersebut dikelola oleh Subseksi Bimbingan Kegiatan dan menjadi salah satu sarana edukasi praktis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam bidang budidaya perikanan air tawar. Kolam diisi dengan ikan nila, yang dibudidayakan langsung oleh para WBP di bawah pengawasan petugas pembina.

Dalam kunjungannya, Karutan dan tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kolam, mulai dari kebersihan lingkungan, kualitas air, kondisi pertumbuhan ikan, hingga fasilitas pendukung lainnya. Di sela-sela kegiatan, Karutan juga turut memberi pakan secara langsung sebagai bentuk dukungan moril terhadap keberlangsungan program.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap program pembinaan di Rutan ini berjalan optimal dan berdampak nyata. Budidaya ikan nila ini bukan hanya untuk melatih keterampilan warga binaan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata institusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai arahan dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujar Nanang Adi Susanto.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan agar para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapat bekal keterampilan yang berguna setelah bebas nantinya.

Program perikanan ini menjadi salah satu unggulan di Rutan Kelas IIA Pekalongan, yang sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan berbasis rehabilitasi dan pemberdayaan. Melalui program ini, WBP diajarkan aspek teknis budidaya seperti pengelolaan pakan, pemeliharaan kolam, dan pengendalian kualitas air, sehingga kelak dapat menjadi bekal ekonomi produktif pasca-pembebasan.

“Kami berharap para WBP mampu memetik ilmu yang bermanfaat dan mengembangkan nilai-nilai kemandirian. Ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih siap dan mandiri,” tambah Nanang.

Rutan Pekalongan terus mendorong integrasi program pembinaan dengan kebutuhan pembangunan nasional, termasuk dalam sektor ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pelatihan vokasional. Ke depan, kolaborasi dengan dinas atau instansi terkait akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas program serupa di bidang lain.**

Pos terkait