Komisi VI DPR RI Tinjau Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Bersama PT PAL dan DEFEND ID

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

BANDUNG, JABAR – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja reses ke PT PAL Indonesia dan Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID di Graha Pindad, Bandung, pada Selasa (9/4/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda evaluasi terhadap perkembangan, potensi, serta tantangan yang dihadapi BUMN sektor industri pertahanan baik di level nasional maupun internasional.

Rombongan Komisi VI DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade. Mereka diterima oleh jajaran direksi DEFEND ID, serta perwakilan Kementerian BUMN, yaitu Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur dan Asisten Deputi Bidang Logistik. Dari PT PAL Indonesia, hadir Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM, Pramusti Indrascaryo, serta Direktur Produksi, Diana Rosa.

Dalam pertemuan tersebut, Pramusti menyampaikan bahwa kunjungan ini memiliki arti strategis, terutama dalam mengukur kesiapan industri pertahanan nasional dalam menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi rantai pasok dan dinamika geopolitik di kawasan strategis.

“Ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat daya saing industri pertahanan nasional,” ujar Pramusti.

Ia menekankan bahwa salah satu tantangan utama yang tengah dihadapi adalah perlunya penguatan ekosistem industri pertahanan berbasis inovasi dan kolaborasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mempercepat substitusi impor.

“Kolaborasi riset dengan akademisi, sinergi antar industri, dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi pilar utama untuk mendorong TKDN mencapai hingga 50 persen, terutama pada teknologi strategis,” tambahnya.

Holding DEFEND ID yang diresmikan pada 2022 dinilai Komisi VI telah berhasil melakukan konsolidasi industri pertahanan nasional. Konsolidasi ini menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi, menghindari duplikasi produk, serta mendorong riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kolaboratif.

“Ekosistem industri yang matang tidak hanya berbicara soal kemampuan produksi, tetapi juga keberlanjutan riset dan pengembangan SDM. Inilah yang menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar, tetapi juga pemain aktif di industri pertahanan global,” jelas Pramusti.

Dalam kunjungan ini, delegasi Komisi VI DPR RI juga mendengarkan paparan terkait capaian kontrak, kinerja, serta rencana program strategis dari Holding DEFEND ID dan entitasnya. Mereka juga berkesempatan melihat secara langsung sejumlah produk unggulan dari industri pertahanan nasional.

PT PAL Indonesia turut memamerkan beberapa produk strategis seperti Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter, yang dirancang untuk operasi kecepatan tinggi dan serangan presisi; Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), yang menarik minat pasar global karena multifungsi dalam misi kemanusiaan; serta Kapal Selam Scorpene, yang mencerminkan kemampuan tinggi dalam teknologi bawah laut.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan DPR RI dalam membangun industri pertahanan yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.**

Pos terkait