Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
NTT – Tokoh muda Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Wilhelmus Lawe Wahang SE, M.Mar Eng atau yang biasa disapa MWL, Meminta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di bidang kemaritiman berskala dunia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
“Saya berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mesti bangun BLK berskala dunia di Labuan Bajo. Generasi muda NTT yang saat bekerja di perusahaan maritim global sudah membuktikan bahwa potensi anak muda NTT mampu berkompetisi di tingkat dunia,” ujar chief engineer senior NTT dari perairan Timur Tengah kepada media ini pada Sabtu (12/7/2025).
MWL yang juga kepala kamar mesin (chief engineer) senior asal kampung Lamawolo, Ile Ape, Pulau Lembata, mengatakan banyak perusahaan maritim global sangat membutuhkan tenaga teknik kemaritiman dengan kualifikasi khusus dari BLK yang diakui secara global.
“Tak ada pilihan bagi gubernur dan wakil gubernur saat ini ya harus membangun BLK di Labuan Bajo. Dunia sudah tahu Labuan Bajo setelah dipromosikan secara masif era Gubernur Pak Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai destinasi wisata dunia super premium,” kata MWL jebolan Transportasi Laut Universitas Trisakti, Jakarta ini.
Menurut MWL, belasan tahun bekerja di berbagai perusahaan maritim ia berkesimpulan bahwa tenaga-tenaga teknik putra-putri NTT masih sangat dibutuhkan untuk bekerja di tingkat dunia. Perusahaan-perusahaan itu ada yang beroperasi di Eropa, Aftika,Timur Tengah bahkan di Australia.
“Banyak perusahaan yang bergerak di bidang maritim sangat membutuhkan tenaga teknik tetapi harus mengantongi sertifikat dari BLK yang diakui secara global. Dengan demikian, saat mereka berniat bekerja di luar negeri sangat mudah dengan tawaran gaji fantastis.” kata, Marianus, putera pasutri petani kecil di Ile Ape.
Karena itu, kata MWL yang pernah bekerja sebagai chief engineer sejumlah kapal perusahaan Aramco Di Saudi Arabia, ia meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT harus membangun BLK di Labuan Bajo berstandar dunia.
BLK itu wajib mengikuti syarat-syarat khusus yang diminta perusahaan maritim kelas dunia. BKL ini penting agar anak-anak muda bukan fokus kerja di kantor tetapi juga ‘berkebun’ di laut.
“Sejak lulus kuliah saya lama bekerja sebagai kepala kamar mesin, chief engineer di Adnoc Oil Field di United Arab Emirates atau Uni Emirat Arab. Pernah juga bekerja dalam bidang yang sama di beberapa wilayah perairan seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Australia. Saya bekerja sesuai kualifikasi pendidikan dan pelatihan global dengan disiplin waktu ketat dan masa libur rutin.” ujar MWL.**








