Pengadaan Kontainer Sampah Rp700 Juta di Pekalongan Dirakit Manual, LPKM Pertanyakan Proses e-Katalog

Foto: Bak Kontainer Sampah proses di las.

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

PEKALONGAN, JATENG – Proyek pengadaan kontainer sampah terbuka dan tertutup di Kabupaten Pekalongan senilai sekitar Rp700 juta menjadi sorotan publik. Ketua Poros Keadilan Masyarakat (LPKM) Kabupaten Pekalongan, Feri Erwansyah, mempertanyakan mekanisme pengadaan yang tidak melalui proses lelang, melainkan sistem e-purchasing atau e-katalog.

Bacaan Lainnya

Feri menilai, metode tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terutama soal penunjukan penyedia barang. Hasil penelusurannya di lapangan justru menemukan bahwa bak kontainer tersebut dirakit secara manual di sebuah bengkel las di Desa Gijlig, Kecamatan Kajen.

“Kalau lewat e-katalog, seharusnya penyedia sudah punya stok barang yang siap dipesan, bukan justru memproduksi dari nol,” kata Feri.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan, dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Pekalongan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Budi Tulus Suwito, membenarkan pengadaan tersebut tidak melalui lelang.

“Itu pakai e-katalog dan masuk pokok pikiran (pokir) dewan. Pengerjaan dirakit sendiri dan selesai Desember,” ujar Budi, Rabu (13/8/2025).

Budi merinci, proyek tersebut mencakup 14 unit kontainer terbuka dengan anggaran sekitar Rp600 juta, serta 4 unit kontainer tertutup senilai Rp170 juta. Seluruhnya dikerjakan oleh penyedia yang sama dan dibagi dalam dua paket. Hingga kini, baru 10 unit yang selesai dan disimpan di gudang, sementara sisanya masih dalam proses perakitan.

Namun, saat ditanya mengenai identitas penyedia atau CV pemenang kontrak, Budi enggan memberi detail. Ia hanya menyarankan agar hal itu ditanyakan kepada Sekretariat DPRD (Sekwan).

“Kalau CV-nya ada, secara aturan kita benar. Koordinasinya sama Sekwan. Pokir itu ya harus diserap,” tegasnya.

Budi juga membantah isu yang menyebut bengkel las tempat pembuatan kontainer tersebut adalah miliknya.

“Bukan punya saya. Memang dekat rumah, tapi dulunya dinas pernah punya MoU dengan bengkel itu untuk perawatan,” jelasnya.**

Pos terkait