Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) St. Sirilus Ruteng, yang berada di bawah naungan Yayasan SUKMA, terus menunjukkan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan dengan mendorong transformasi digital. Sebagai langkah awal, STIPAS menggelar Pertemuan Analisis Requirement Digitalisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan digitalisasi dalam rangka mendukung percepatan kerja dan pengambilan keputusan di lingkungan kampus.
Pertemuan dibuka oleh Romo Ivan Haryanto, Koordinator Program Digitalisasi Keuskupan Ruteng. Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa digitalisasi adalah bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Zaman batu punya teknologinya, zaman kertas punya caranya, dan zaman teknologi harus dihadapi dengan teknologi. Tujuannya sederhana, yakni memudahkan pengembangan sistem dalam lingkup kerja kita,” tegas Romo Ivan.
Gayung bersambut, Romo Dr. Ardus Jehaut, S.Fil., M.Th., Ketua STIPAS St. Sirilus Ruteng, menegaskan bahwa digitalisasi harus diwujudkan dalam solusi nyata.
“Kami berharap sistem yang dibangun nantinya benar-benar membantu dalam pengambilan keputusan sekaligus mempercepat kinerja di STIPAS,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Romo Patrick Guru, Ketua Yayasan Persekolahan Sukma-Keuskupan Ruteng.
“Yayasan SUKMA sangat open mind dengan program digitalisasi ini. Kami percaya langkah ini akan membawa perubahan positif, tidak hanya untuk STIPAS, tetapi juga untuk seluruh ekosistem pendidikan pastoral,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Ibu Natalia Dewi Liem dan Pak Yuyu yang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini.
Dari sisi teknis, Dody Yunanto, fasilitator dari KAYREACH SYSTEM, menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis menuju smart campus.
“Transformasi digital di perguruan tinggi seperti STIPAS merupakan langkah strategis untuk mendukung smart campus, memperkuat riset berbasis data, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Arfindo Sindu Laksono, staf KAYREACH SYSTEM Jakarta, menambahkan:
“STIPAS St. Sirilus Ruteng terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari komitmen membangun kampus modern yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan digitalisasi STIPAS. Dengan pendampingan KAYREACH SYSTEM, Yayasan SUKMA, serta tim IT Keuskupan Ruteng, diharapkan proses digitalisasi dapat berjalan sistematis dan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan pastoral di Manggarai.**








