Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
BANJAR, KALSEL – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi terdampak banjir dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
Di Kabupaten Banjar, Wapres mengawali kunjungannya dengan mendatangi posko pengungsian yang berada di halaman eks Puskesmas Kecamatan Sungai Tabuk. Di lokasi tersebut, Wapres menyapa para pengungsi, berdialog langsung dengan warga, serta mendengarkan kondisi dan kebutuhan mereka selama berada di tempat pengungsian.
Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Ia juga memastikan agar layanan dasar bagi pengungsi, termasuk kesehatan dan logistik, tetap berjalan secara optimal.
Selain itu, Wapres meminta seluruh pihak terkait untuk menjamin ketersediaan obat-obatan, air bersih, sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya guna mencegah munculnya penyakit akibat banjir yang berkepanjangan. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mempercepat penanganan darurat serta proses pemulihan wilayah terdampak banjir.
Usai meninjau posko pengungsian, Wapres melanjutkan peninjauan ke dapur umum guna memastikan penyediaan makanan bagi para pengungsi berjalan dengan baik dan mencukupi kebutuhan harian. Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke sejumlah permukiman warga yang masih tergenang banjir.
Dengan menggunakan perahu karet, Wapres meninjau langsung kondisi rumah-rumah warga terdampak banjir sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di lapangan terkait penanganan bencana dan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan.
Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Banjar berdampak pada sembilan kecamatan dan 121 desa. Tercatat sebanyak 23.133 rumah terdampak, dengan 13.732 rumah di antaranya masih terendam banjir. Jumlah warga terdampak mencapai 42.082 kepala keluarga atau 118.151 jiwa, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan bencana banjir di Kabupaten Banjar berjalan secara cepat, tepat, dan menyeluruh, guna meminimalkan dampak serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.**








