Risfandi Tangke Fesanlauw Terpilih Sebagai Ketua Umum IPM-SERBATI Papua Barat Daya Periode 2026–2029

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD – Ikatan Pemuda Seram Bagian Timur (IPM-SERBATI) Papua Barat Daya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Perdana I yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kota Sorong, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (8/3/2026).

Dalam forum tersebut, Risfandi Tangke Fesanlauw secara resmi dan sah terpilih sebagai Ketua Umum IPM-SERBATI Papua Barat Daya periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi.

Risfandi yang akrab disapa Haris menjelaskan bahwa proses pemilihan Ketua Umum telah dilaksanakan sesuai tahapan yang disusun oleh panitia pelaksana bersama Steering Committee (SC). Tahapan tersebut dimulai dari Pleno I hingga Pleno III yang membahas berbagai agenda organisasi, sebelum akhirnya memasuki Pleno IV sebagai tahap penentuan calon Ketua Umum.

Menurut Haris, pada awalnya terdapat dua kandidat yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum, yakni Musa Rumadedei sebagai perwakilan dari Kabupaten Raja Ampat dan Risfandi Tangke Fesanlauw sebagai perwakilan dari Kota Sorong.

“Ketika memasuki tahapan pleno keempat untuk proses pemilihan, salah satu kandidat yakni Musa Rumadedei dari Raja Ampat secara resmi menyatakan mengundurkan diri. Dengan demikian hanya tersisa satu kandidat, sehingga panitia memutuskan pemilihan dilakukan secara aklamasi dan menetapkan saya sebagai Ketua Umum IPM-SERBATI Papua Barat Daya periode 2026–2029,” ujar Haris.

Ia menambahkan, Musda Perdana IPM-SERBATI Papua Barat Daya juga menjadi momentum pembentukan kepengurusan organisasi di sejumlah wilayah yang telah ditunjuk sebagai caretaker maupun pelaksana tugas, di antaranya Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat, serta Sorong Kepulauan.

Menurut Haris, terbentuknya IPM-SERBATI di tingkat provinsi merupakan langkah penting dalam memperkuat organisasi kepemudaan Seram Bagian Timur yang sebelumnya telah berdiri sejak tahun 2020 di Kota Sorong.

“Organisasi ini telah berjalan sekitar enam tahun sejak pertama kali dibentuk di Kota Sorong, bahkan sebelum terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu, sudah saatnya IPM-SERBATI naik ke tingkat provinsi agar dapat menjangkau lebih luas masyarakat Seram Bagian Timur di wilayah ini,” jelasnya.

Haris juga menuturkan bahwa selama kepemimpinannya di tingkat Kota Sorong, IPM-SERBATI telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, serta aksi kemanusiaan bagi masyarakat Seram Bagian Timur yang berada di perantauan.

Sejumlah program yang telah dilaksanakan di antaranya pembangunan fasilitas MCK permanen, pembuatan sumur air bersih, pembangunan tempat mencuci pakaian, bantuan kepada masyarakat yang sedang sakit maupun berduka, serta dukungan bagi mahasiswa dan pelajar yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.

Selain itu, IPM-SERBATI juga membangun bak penampungan air bersih, menyediakan ratusan kursi untuk kegiatan masyarakat, serta membantu perbaikan fasilitas tempat ibadah agar dapat digunakan kembali oleh umat.

“Rumah Allah atau masjid yang sebelumnya terlihat gelap kini sudah terang dan dapat dipergunakan kembali oleh umat untuk melaksanakan ibadah,” tuturnya.

Sementara itu, Pendiri sekaligus penggagas IPM-SERBATI Papua Barat Daya, Buyung Mahmud Rumatiga, SH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda Perdana organisasi tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui sambungan telepon kepada wartawan pada Minggu dini hari (8/3/2026).

Buyung mengatakan, sejak didirikan pada tahun 2020 hingga saat ini, IPM-SERBATI telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan mampu menjadi wadah pemersatu bagi pemuda Seram Bagian Timur yang berada di tanah rantau.

Ia juga berpesan kepada Ketua Umum terpilih agar mampu merangkul seluruh pemuda Seram Bagian Timur tanpa memandang latar belakang kampung maupun agama.

“Kesukuan Seram Bagian Timur tidak seratus persen beragama Islam. Saudara-saudari kita juga banyak yang beragama Nasrani. Sejak dulu leluhur kita mengajarkan semboyan Salam dan Sarane, artinya kita harus hidup berdampingan dan saling menghargai. IPM-SERBATI ini adalah organisasi suku yang merangkul semua, bukan organisasi agama,” tegas Buyung.

Dalam Musda tersebut juga dibahas sejumlah program kerja strategis organisasi melalui tiga komisi. Salah satu program prioritas yang disepakati adalah rencana pembangunan Asrama Mahasiswa Seram Bagian Timur di Papua Barat Daya.

Menurut Buyung, pembangunan asrama mahasiswa tersebut merupakan program besar yang membutuhkan dukungan finansial serta perencanaan jangka panjang.

Meski demikian, ia menyatakan komitmennya untuk mendukung realisasi program tersebut dengan mewakafkan lahan milik keluarga.

“Terkait pembangunan asrama mahasiswa Seram Bagian Timur, saya sudah menyampaikan amanah kepada putri saya bahwa tanah seluas dua hektare telah saya wakafkan untuk pembangunan asrama mahasiswa Seram Bagian Timur di Papua Barat Daya,” pungkasnya.**

Pos terkait