Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALINGAN, JATENG – Kediaman tokoh sentral Kospin Jasa, Andy Arslan Djunaid, di kawasan Pesindon Gang 1, Kota Pekalongan, menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang dalam agenda halal bihalal (open house) pasca-Idulfitri.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga mencerminkan kuatnya nilai silaturahmi serta modal sosial yang telah lama terbangun antara Andy Arslan Djunaid, institusi Kospin Jasa, dan masyarakat setempat.
Ribuan warga tampak memadati lokasi acara, menunjukkan adanya kedekatan emosional serta legitimasi sosial yang kuat terhadap sosok Andy Arslan Djunaid. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat sebagai kesempatan langka untuk bertemu dan berinteraksi langsung.
Salah satu warga, Adam, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting sebagai ruang interaksi langsung yang sulit didapatkan di luar momen open house.
“Momentum ini menjadi ruang untuk bertemu langsung. Di luar kegiatan seperti ini, cukup sulit untuk bertemu secara personal. Di sini, suasana lebih cair dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid yang turut hadir, menekankan pentingnya kehadiran fisik dalam menjaga kualitas hubungan sosial di tengah pesatnya perkembangan komunikasi digital.
Menurutnya, tradisi open house menjadi sarana untuk mengembalikan esensi silaturahmi yang tidak dapat sepenuhnya tergantikan oleh komunikasi melalui media digital.
“Silaturahmi secara langsung memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan sekadar komunikasi melalui pesan singkat. Kehadiran fisik tetap penting untuk mempererat hubungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Andy Arslan Djunaid menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan dan inklusivitas, baik terhadap masyarakat umum maupun karyawan Kospin Jasa.
Dengan membuka pintu rumahnya bagi semua kalangan, ia ingin menegaskan bahwa hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga dibangun atas dasar nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Gelar halal bihalal ini pun menjadi simbol nyata bagaimana tradisi Lebaran mampu mempererat hubungan sosial lintas lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat harmoni dan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.**








