Program Awal Kepala Desa Marisi Usai Dilantik

Laporan wartawan sorotnews.co.id : M. Suryadi. 

TAPSEL, SUMUT – Asep Wardayanto akhirnya Definitif menjadi Kepala Desa Marisi kecamatan Angkola Timur kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Bacaan Lainnya

Asep Wardayanto pria kelahiran 1992 ini masih tergolong muda dan memulai kariernya sebagai pengusaha muda di bidang Alat serta bahan bangunan yang juga pemilik cafe Batara yang berada di desa Marisi tempatnya sekarang menjadi kepala desa namun berkat kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitarnya akhirnya Asep siap menjadi Kepala Desa.

Saat di temui diruang kerjanya pada hari Rabu 18/01/2023 di kantor Kepala Desa Marisi Asep Wardayanto memberikan penjelasan singkat.

“Pertama rasa syukur serta terima kasih saya ucapkan kepada seluruh element yang telah mendukung saya sampai dengan dilantik 17/01/2023 lalu, saya sengaja langsung berkantor pagi hari ini untuk menjadikan contoh kepada seluruh perangkat desa tentang keseriusan saya memimpin desa Marisi ini ke arah yang lebih baik,” ucap Asep.

Kemudian saat awak media sorotnews.co.id mempertanyakan tentang program kerja Asep Wardayanto lalu beliau mengatakan

“Yang pasti kita berkoordinasi dulu dengan Dinas Pemdes, terus pihak Kecamatan Angkola Timur. Namun untuk diawal ini saya mempunyai program awal membenahi dari dalam dulu mengajak semua perangkat desa agar bisa jalan beriringan untuk menjalankan Visi Misi yang sama di Pemerintahan Desa Marisi ini. Selanjutnya jika nanti semua sudah berjalan, saya ingin melanjutkan program mengenai pertanian, juga Air Bersih. Mengingat daerah Marisi masih tergolong wilayah Pertanian. Ini adalah merupakan yang mendorong saya menjadi Kepala Desa, karena memang saya sangat peduli serta cukup memperhatikan masyarakat di sekitar tempat tinggal saya,” jelas Asep.

Terakhir Asep Wardayanto berharap dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa ini butuh dukungan dari seluruh element serta peran serta rekan rekan Media.

“Kedepan saya sangat berharap bantuan dari seluruh element terutama rekan rekan media, sebagai sosial control, mengingat nantinya penggunaan anggaran di desa ini bisa terbuka dan tidak ada yang ditutup tutupi,” tutup Asep.

Pos terkait