HIPPMA-NAB : Pemda Muna Dan DPRD MUNA Kurang Sigap Menanggapi Keresahan Warganya

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi. 

MUNA, SULTRA – Pemda Muna dan DPRD Kabupaten Muna yang berfungsi sebagai mitra pembangunan bagi seluruh wilayah di daerah terkesan tidak tanggap terhadap keresahan warganya. Salah satunya yaitu membiarkan sejumlah jalan rusak di Tampo Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna.

Ayub Zulkisman selaku ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Napabalano HIPPMA-NAB periode 2023/2024 sangat menyayangkan perilaku pemerintah kabupaten Muna (legislatif ataupun eksekutif) yang terkesan ada pembiaran kondisi jalan rusak parah di beberapa lorong yang ada di Kelurahan Tampo dan Kelurahan Napabalano, kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna yang membuat masyarakat menjadi resah dan tersiksa. Bahkan saking rusaknya jalanan ini ada salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek untuk mencari nafkah membuat penyakitnya Kambu yakni usus turun.

“Ada beberapa jalan rusak dan ini sudah layak di sebut parah dan berbahaya. seperti lorong Lapaga, bajo, pln, maskot, darusallam dan kapulu Pulu. Dan semua lorong tersebut adalah jalan masyarakat yang cukup sibuk karna semua menjadi akses untuk menuju pasar Tampo,” ungkapnya.

“jika infrastruktur jalan di sebuah daerah rusak maka perputaran ekonominya akan terganggu. Karna jelas jalan adalah akses satu satunya untuk kendaraan yang memuat kebutuhan barang dan jasa yang ada di pasar. Bukan hanya itu, kenyamanan masyarakat juga pasti ikut terganggu setiap hari karena disaat sebelum melakukan aktivitasnya, masyarakat terlebih dahulu melakukan penyiraman jalan agar debu dari jalan rusak tersebut tidak berterbangan hingga masuk ke dalam rumah. Bahkan karna jalan rusak tersebut bisa menjadi potensi untuk terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan,” lanjut Ayub.

“Untuk itu, Segenap pengurus Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Napabalano (HIPPMA-NAB) periode 2023/2024 ini berharap kepada pemerintah yang bersangkutan baik itu dari eksekutif ataupun legislatif untuk memperhatikan kondisi jalan dan keresahan masyarakat 2 kelurahan yakni Kelurahan Tampo dan Kelurahan Napabalano, kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna. Mengingat jalan-jalan rusak ini juga sudah sangat lama dan semakin hari semakin parah maka sudah waktunya untuk diperhatikan,” tutup ketua HIPPMA-NAB.

Alman Alifin selaku sekretaris 2 Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Napabalano periode 2023/2024 juga menambahkan, “sudah banyak masyarakat yang mengeluh persoalan jalan rusak ini. Bahkan kami (mahasiswa) selalu di minta untuk melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan keresahan dan keluhan mereka. Namun apabila kami tidak di dengarkan atau di respon dengan serius oleh pemerintah dalam waktu dekat ini. kami sudah berkomitmen melakukan langkah-langkah serius agar jalan jalan tersebut dapat menjadi perhatian khusus dan dapat diperbaiki,” katanya.

Lanjut Alman Alifin, “Ada banyak cara untuk memantik perhatian pemerintah selain daripada bergerak di sosial media. Napabalano punya 2 akses penting yaitu pelabuhan Fery Tampo yang menjadi keluar masuknya barang dan jasa di Kabupaten Muna dan pertamina Tampo yang menjadi pusat distribusi bahan bakar untuk beberapa kabupaten di Sulawesi tenggara,” jelasnya.

Alman menyampaikan, “Jangan hanya dekat pemilu saja masyarakat diperhatikan dan didengarkan. Setelah terpilih dan menjadi bagian pemerintahan malah memilih untuk menutup mata dan telinga tentang hal yang bersangkutan dengan keluhan dan keresahan masyarakat utamanya jalan raya, maka ini perlu ditanggapi dengan serius,” tutup Alman.

Pos terkait