Laporan wartawan sorotnews.co.id : Nahar
Tanjabtim, Jambi – Kunjungan Kepala Desa (Kades) se-kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi jambi yang dikemas dengan kegiatan study tiru ke kota Malang menjadi perhatian serius dan sorotan berbagai Kalangan wartawan dan aktivis di Tanjabtim.
“Kunjungan para kades ke Kota Malang diduga tidak jelas kegiatan apa, usulan siapa sebenarnya, terus anggaran nya dari mana, apakah ada surat perjalanan dinas (SPPD) nya ataukah dana pribadi,” ujar Arie Suryanto di warung demokrasi Tanjabtim, Rabu (18/12/2024)
Ari Suryanto aktivis pemerhati kebijakan publik merasa aneh terkait keberangkatan para kades ke kota Malang
“Kegiatan ini cukup Aneh, sebab Kepala Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) Tanjabtim Mariontoni saat dihubungi via telepon mengatakan tidak mengetahui secara pasti,” jelas Ari
Ari Suriyanto kembali menegaskan bahwa kegiatan bintek dan study tour ataupun Study tiru selama ini tidak memliki azaz manfaat, jika dilihat dari perubahan di masing masing desa.
“Jujur saya pernah dua kali ikut rombongan Bintek dan Study Tour, pertama ke Lombok waktu itu Kadisnya Junaedi Rahmad. Bintek dan Study Banding ke Malang Kadisnya Saparudin. Saya sengaja minta ikut dalam kegiatan tersebut untuk melihat apa saja kegiatan yang di lakukan disana termasuk yang di malang, tapi setelah Saya pelajari tidak memiliki azaz manfaat, kalau ada manfaatnya justru akan terlihat perubahan di masing-masing desa dan kalau pun ada perubahan hanya beberapa desa saja. Contoh Badan usaha milik desa (BUMDES) di masing-masing desa, seperti apa perkembangannya,”tutur Ari Suryanto
Menurut Ari Suryanto, beredar kabar dana atau anggaran keberangkatan para kades ke Kota Malang sebesar Rp 14 juta rupiah tiap, Sementara desa yang ada di Tanjabtim sebanyak 73 kades.
“Artinya lebih 1 Milyar dana terkumpul jika ditotal 73 desa. Dengan anggaran sebesar itu, jelas sangat bertentangan dengan pesan Presiden Parbowo untuk mengurangi perjalanan dinas yang tidak terlalu penting yang hanya menghabiskan anggaran, lebih baik anggaran itu diperuntukan untuk membangun desa,” pungkas Ari








