Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jefry.
MERAUKE, PAPUA SELATAN – Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat “Merauke Bersatu Cinta Damai” menggelar aksi damai guna mendukung Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah disahkan DPR RI pada Kamis 20 Maret 2025, pekan yang lalu.
Kegiatan aliansi masyarakat tersebut dipimpin oleh Mutsalim Yamawi Mahuze (Tokoh Pemuda Malind Anim). Aksi demo damai dimaksud mendukung UU TNI yang digelar di Lingkaran Brawijaya, Merauke, Papua Selatan (29/3/2025) Sabtu sore sekira pukul 15.00 Wit.
Berdasarkan release yang diterima media ini, disebutkan aksi damai Aliansi Masyarakat “Merauke Bersatu Cinta Damai” tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi sekaligus sebagai bentuk pernyataan sikap masyarakat setempat dalam mendukung UUD TNI yang telah disahkan tersebut.
Bahkan pernyataan sikap yabg disampaikan selain melalui orasi, tapi juga diuraikan dalam bentuk tulisan pada spanduk.
Beberapa spanduk bertulisan ajakan yang ditujukan kepada para warga masyarakat, baik tua maupun muda, agar mendukung TNI melaksanakan tugas melindungi masyarakat.
Berikut ini tulisan sperti yang dikutip dalam spanduk para demonstran mendukung UU TNI:
“Ingat kakak ipar, Tete, adek-adek, kami butuh dan percaya TNI untuk selalu melindungi rakyat”.
“TNI “terpercaya” dukung penetapan undang-undang TNI, TNI untuk rakyat”.
“TNI pelindung rakyat, percayakan TNI untuk bisa mengabdi kepada masyarakat dan NKRI”.
“Undang-undang TNI sudah melalui kajian yang sah”.
“Kami yakin dan percaya TNI akan menjalankan tugasnya dengan amanah dan professional”.
“Stop mendeskriditkan TNI, undang-undang TNI disahkan melalui kajian”.
“Ingat,!! kami mendukung pengesahan undang-undang TNI. Bersama TNI, rakyat kuat”.
“TNI selalu hadir bersama rakyat di kota dan di pedalaman”.
“Bersama TNI rakyat Indonesia kuat bravo. TNI rakyat”.
“Antek2 asing berusaha memecah belah institusi TNI Waspada!!!”.
“Awas penghasut yang ingin merongrong kewibawaan TNI, #Bravo TNI#”.
“TNI adalah Garda terdepan bangsa”.
“Waspadai antek-ante asing ingin mendiskreditkan TNI”.
“TNI lahir dari rakyat dan selalu bersama rakyat menjaga NKRI”.
“Bravo TNI bersama rakyat TNI kuat”.
“Kami mendukung undang-undang TNI karena TNI selalu di tengah-tengah masyarakat saat masyarakat membutuhkan bantuan”.
“Kami di ujung timur selalu membutuhkan TNI”.
“Jika TNI pulang ke “barak” siapa yang jamin rakyat bisa tidur nyenyak”.
“Tidak perlu takut dengan undang-undang TNI, justru yang harus ditakuti adalah mereka yang menolak karena sudah disusupi dengan antek-antek pihak asing”.
“Kami percaya dengan undang-undang baru TNI akan membantu menjaga Kamtibmas dan stabilitas NKRI”.
Sementara itu, aksi damai tersebut juga melahirkan beberapa pernyataan sikap yang kemudian disepakati bersama sebagai keputusan bersama warga masyarakat se-Kabupaten Merauke dan sekitarnya yang diwakili oleh Aliansi Masyarakat Merauke Bersatu Cinta Damai, antara lain menyebutkan :
“Hari ini, kita berkumpul di tempat ini dengan satu tujuan menyuarakan aspirasi demi terciptanya perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara. Sebagai warga negara yang peduli terhadap kemajuan TNI dan kepentingan nasional, kita hadir untuk mendukung Undang-Undang TNI 2025, mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI, serta mengapresiasi dan memperkuat dukungan TNI terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke,” ungkapnya.
“Kita mendukung Undang-Undang TNI tahun 2025 agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pertahanan negara. Revisi ini harus mengakomodasi modernisasi alutsista, kesejahteraan prajurit, serta peran TNI dalam menghadapi tantangan global,” bebernya.
“Kita mendukung penuh RUU TNI. RUU ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi institusi TNI, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional,” katanya.
“Kita juga memberikan dukungan terhadap keterlibatan TNI dalam menyukseskan Proyek Strategis Nasional di Merauke. Keberadaan TNI dalam PSN ini sangat penting untuk menjamin keamanan, kelancaran, serta keberlanjutan proyek demi kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
“Aksi kita hari ini bukan sekedar seruan, tetapi sebuah tuntutan demi kepentingan bangsa. Kita menginginkan perubahan nyata dalam kebijakan pertahanan negara yang lebih progresif dan mendukung pembangunan nasional. Mari terus bersatu, bersuara, dan berjuang demi Indonesia yang lebih kuat, aman, dan sejahtera!,” ungkapnya.
Hidup TNI! Hidup rakyat! Hidup Indonesia!”.
Demikian pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Merauke Bersatu Cinta Damai yang dikutip dari rilis yang diterima media ini, Sabtu (29/3/2024).**








