BKKBN Kejar Target 2023 Stunting Turun 3 Persen

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kepala Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengungkapkan angka prevelensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen.

“Untuk angka prevelensi 2022 baru akan diumumkan Menteri Kesehatan awal 2023 mendatang melalui SGGI (Survai Status Gizi Indonesia) yang selesai akhir tahun ini,” ungkap Hasto saat paparan di Djunaid Convention Center, Rabu (28/12/2022).

Menurut Hasto angka prevelensi stunting akan semakin menurun sehingga diprediksi 2022 angkanya menjadi 21 persen dan akan menurun lagi menjadi 18 persen di 2023 serta 14 persen di 2024.

“Sesuai harapan presiden, angka penurunan stunting dipatok 3 persen per tahun,” terang Hasto.

Hasto juga memaparkan bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi dengan angka prevelensi stunting terendah di Indonesia yakni sebesar 20,9 persen atau di bawah rata-rata nasional
Kemudian disusul Jawa Timur 23 persen, Jawa Barat 25 persen dan Banten mendekati 25 persen.

Di kesempatan yang sama Wakil Walikota Salahudin menambahkan program penurunan stunting juga dilakukan Pemkot Pekalongan di antaraya Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)

“Kami juga Bekerjasama dengan BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) untuk pencegahan dini,” katanya.

Pos terkait