BULOG Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Tempat Ibadah, Perkuat Distribusi Pangan Nasional

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

SEMARANG, JATENG – Perum BULOG terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional melalui program BULOG Pemberdayaan Ekonomi Tempat Ibadah yang diluncurkan di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG di pilar pembangunan ekonomi, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari indikator kinerja utama (KPI) TJSL yang diarahkan oleh Kementerian BUMN.

Melalui inisiatif ini, BULOG berupaya mendorong lembaga dan organisasi keagamaan agar berdaya secara ekonomi dengan bergabung dalam jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra penjualan produk pangan BULOG. Upaya ini diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas dan tempat ibadah.

Dalam pelaksanaannya, BULOG menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, yang merekomendasikan 15 lembaga keagamaan untuk menerima bantuan modal usaha pendirian RPK baru. Setiap penerima memperoleh paket modal senilai Rp5,5 juta, yang berisi produk pangan BULOG, rak display, spanduk, identitas RPK, serta pelatihan dasar kewirausahaan.

Mereka nantinya akan menjadi bagian dari jaringan distribusi pangan nasional dan diharapkan aktif melakukan pemesanan ulang produk BULOG secara berkelanjutan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, disaksikan oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta jajaran BULOG Kanwil Jawa Tengah.

“Program BULOG Pemberdayaan Ekonomi Tempat Ibadah merupakan bentuk nyata sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Sudarsono.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan, mengapresiasi langkah BULOG yang dinilai mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.

“Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, dapat berperan aktif menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi di Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Retno Triningsih dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan BULOG.

“Bantuan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha pangan. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan membantu menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Kota Semarang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerukunan antarumat beragama yang tinggi serta memiliki ratusan UMKM berbasis komunitas keagamaan, yang menjadi potensi besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis tempat ibadah.

Melalui program ini, BULOG berharap para penerima manfaat dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang aktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran tempat ibadah sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, BUMN, dan komunitas keagamaan, BULOG optimistis langkah ini dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat distribusi pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di seluruh Indonesia.**

Pos terkait