Laporan wartawan sorotnews.co.id : Taufik Rahman.
KAB. TANGERANG, BANTEN – Pemerintah Kecamatan Rajeg mendukung penuh pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak usia sekolah yang secara resmi diluncurkan pada Rabu, 30 Juli 2025, bertempat di Aula Yayasan SD, SMP, SMA IT Auladi Islami, Kampung Kobet, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Rajeg Oman Apriaman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Ketua KUA Kecamatan Rajeg M. Toha, Kepala Puskesmas Sukatani dr. Endah Dwi Putri Yanti, Kepala Puskesmas Rajeg drg. Tohiroh, serta perwakilan TNI/Polri seperti Binamas Sukamanah Bripka Wirman dan Babinsa Sukamanah Koptu Heru Triana. Hadir pula Ketua PGRI Kecamatan Rajeg Basuki, para kepala desa dan kelurahan di wilayah Rajeg, guru-guru, dan siswa-siswi Yayasan Auladi Islami.
Dalam sambutannya, Camat Oman Apriaman menjelaskan bahwa program PKG ini diluncurkan pada Juli 2025 bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang bertujuan meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah, yaitu kelompok usia 7–17 tahun, melalui pendekatan promotif dan preventif.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membangun generasi yang sehat secara jasmani dan rohani sejak dini. Ini bukan hanya program medis, tetapi juga investasi masa depan bangsa,” tegas Oman.
Pemeriksaan PKG meliputi berbagai aspek kesehatan, di antaranya : Status Gizi: Untuk memantau pertumbuhan dan mencegah stunting; Pemeriksaan Mata & Telinga: Deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran; Pemeriksaan Gigi: Pencegahan dini terhadap kerusakan gigi dan penyakit mulut.
Kesehatan Jiwa : Skrining awal kesehatan mental anak.
Skrining Penyakit : Deteksi dini tuberkulosis, anemia, dan hepatitis.
Imunisasi : Evaluasi kelengkapan imunisasi anak.
Program PKG melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Sukatani dan Rajeg, serta kolaborasi dengan pihak sekolah. Guru UKS dan guru PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) turut dilibatkan dalam proses pengukuran kebugaran fisik siswa.
Tujuan utama dari pelaksanaan program ini, menurut Camat Rajeg, adalah : Deteksi dini gangguan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat; Membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui investasi kesehatan jangka panjang; Mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat, termasuk beban pembiayaan BPJS.
“Harapannya, melalui pemeriksaan ini, anak-anak bisa tumbuh optimal dan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan pribadi sejak dini,” tutup Camat Oman.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tangerang melalui sambutannya mengajak seluruh elemen pemerintahan di bawah Dinas Pendidikan dan jajaran Puskesmas di tiap kecamatan untuk turut mensukseskan program PKG ini.
“Kesehatan anak adalah fondasi keberhasilan pendidikan. Pemeriksaan rutin ini bukan hanya intervensi medis, tapi bagian penting dalam pembangunan karakter generasi penerus,” demikian kutipan amanat Bupati.**








