CATL Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Baterai Terintegrasi di Indonesia Bersama MIND ID

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem baterai terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Grup MIND ID. Pengembangan ekosistem baterai nasional tersebut dijalankan MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesian Battery Corporation (IBC) sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral dan transisi energi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan fasilitas manufaktur baterai di Karawang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari Proyek Dragon. Dalam proyek ini, CATL berperan sebagai mitra teknologi sekaligus investor strategis global melalui perusahaan patungan PT Contemporary Battery Indonesia (CBL Indonesia).

CBL Indonesia merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki oleh konsorsium CATL, IBC, dan ANTAM. Skema kepemilikan ini menempatkan CATL sebagai pemegang peran kunci dalam transfer teknologi, penerapan standar manufaktur global, serta pengelolaan operasional berbasis praktik terbaik internasional.

Fasilitas manufaktur di Karawang dirancang untuk membangun rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir. Rantai tersebut mencakup pengolahan material berbasis nikel, manufaktur sel dan modul baterai, hingga pengelolaan baterai bekas melalui sistem daur ulang. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri baterai yang efisien, berdaya saing global, dan berkelanjutan secara lingkungan.

Direktur Utama CBL Indonesia, Wu Zhihui, mengatakan fasilitas di Karawang akan menjadi bagian dari jaringan global CATL dalam memproduksi baterai kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS), baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang, serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam ekosistem baterai global,” ujar Wu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (2/2).

Wu menambahkan, CATL membawa teknologi mutakhir ke Indonesia, termasuk teknologi daur ulang baterai berstandar tinggi melalui anak usahanya, Brunp Recycling. Teknologi tersebut mampu mencapai tingkat pemulihan material hingga 99,6 persen, sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular dan meminimalkan dampak lingkungan dari industri baterai.

“Bagi kami, baterai bekas bukan limbah, melainkan sumber daya baru. Teknologi daur ulang menjadi kunci untuk memastikan industri baterai tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Sebagai produsen baterai nomor satu dunia, CATL saat ini menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar global dengan kapasitas produksi mencapai ratusan gigawatt hour. Perusahaan ini didukung jaringan riset dan pengembangan (R&D) serta basis produksi yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika.

Investasi CATL di Indonesia dinilai strategis untuk memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik sekaligus mendorong alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia nasional.

Sementara itu, Grup MIND ID melalui ANTAM dan IBC menargetkan pembangunan ekosistem baterai nasional yang terintegrasi, berbasis sumber daya mineral dalam negeri, serta selaras dengan target Indonesia menjadi pusat industri baterai dan kendaraan listrik di kawasan.

Kolaborasi antara MIND ID, ANTAM, IBC, dan CATL ini diharapkan tidak hanya mempercepat industrialisasi baterai nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi global yang berlandaskan prinsip keberlanjutan.**

Pos terkait