Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Walikota Pekalongan H Achmad Afzan Arslan Djunaid ternyata seorang anak motor. Saat membahas sepeda motor dan turing, Ia begitu antusias menceritakan kecintaannya pada kendaraan roda dua di sela-sela persiapan turing bersama RC Cola, klub motor Suzuki RC 100 Ikatan Kawan Lama (Ikala) ke Guci, Sabtu (27/8/2022).
“Motor pertama saya adalah Suzuki Crystal sekitar tahun 1993 atau 1995, antara itu. Saya ingat, orang tua membelikan motor setelah memiliki SIM,” kenang pria yang akrab disapa Aaf itu membuka cerita.
Ia berkisah, mendapat sepeda motor pertamanya itu antara kelas 3 SMP dan 1 SMA. Sebelumnya, dirinya belajar mengendarai motor bergantian dengan sang kakak.
Sepeda motor pertamanya adalah Suzuki Cryistal berwarna hitam. Sehari-harinya, ia mengendarai motor tersebut untuk berbagai keperluan seperti berangkat sekolah hingga bermain.
“Saya sempat berganti motor, ada RGR, NSR dan lain-lain,” tutur Aaf yang juga duduk di keanggotaan Ikala.
Wajah Aaf berbinar saat mengingat masa-masa remajanya yang sesekali ikut balapan motor liar di bundaran jetayu di awal 90 an.
“Dulu sering trek-trekan juga dan motor yang kencang pada saat itu ya Suzuki Crystal dan Suzuki RGR,” ceritanya.
Dulu, awalnya ia sering menonton balapan tiap bulan ramadan usai subuh maupun saat libur Jum’at. Akhirnya sempat mencoba dan merasakan balap motor.
“Setelah sholat pasti kita lihat trek trekan di simpang lima juga, masih kenakalan-kenakalan pada zaman dulu. Motor kita dimodifikasi juga. Yah masih wajar nakalnya pada waktu itu,” ungkapnya sambil tertawa.
Kini sepeda motor pertamanya itu sudah berpindah tangan. Namun STNK-nya masih atas namanya karena pemilik baru masih belum mengganti nama.
Suami dari Inggit Soraya itu juga mengungkapkan tradisi turing juga sudah ada sejak zamannya sekolah. Saat SMA, bersama teman-temannya, Aaf sering turing ke Doro hingga Kajen.
“Sampai sekarang masih turing, karena yang satu angkatan masih sering kumpul. Buka bersama juga masih. Terkadang kita ke Curug Bajing dan Curug Bidadari. Ke Pacet juga, temen kita ada yang punya vila di sana,” kenang Aaf.
Sekarang posisinya sebagai walikota membuatnya tidak lagi sebebas dulu untuk melakukan turing. Kini, turing menjadi ajang refreshing di sela-sela kesibukannya yang padat.
Khusus turing bersama Ikala menuju ke Guci, Aaf memakai motor Suzuki Bravo 100 cc. STNK sepeda motor bravo itu masih atas nama almarhum ayahnya. Usia sepeda motornya pun sudah lebih dari 30 tahun.
“Ini saya coba turing ke Guci ya, sekuatnya karena motor tua. Nanti berganti dengan motor yang lain kalau tidak kuat. Dulu yang ini dipakai ayah saya,” ucapnya.
Sementara itu penasehat Klub RC Cola Ikala, Suci Taufik Yahya menyebut ada 49 motor Suzuki RC yang mendampingi walikota turing ke Guci.
“Kalau jumlah motor Suzuki RC anggota klub sih ada 100 lebih, namun yang ikut turing hanya 49 motor,” jelasnya.
Yahya mengisahkan Suzuki RC atau biasa disebut Suzuki Jet Cooled pada saat itu menjadi mitor primadona anak muda di era 87-90 sebelum muncul generasi terbaru.
Selain kencang dan bertenaga, modelnya keren dan waktu itu banyak yang mengimpikan untuk dapat memiliki motor tersebut.
“Nah sekarang kami ingin mengulang dengan bernostalgia hingga membentuk klub motor berbasik Suzuki RC atau Jet Cooled dan salah satu kegiatan kami turing bersama walikota ke Guci,” katanya.








