Dewan Artadi Serukan Sepak Bola Jadi Perekat Kebhinekaan, Tolak Narasi Sindiran Antarwilayah di NTB

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi. 

MATARAM, NTB – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Artadi, S.Sos, menyerukan kepada seluruh insan olahraga di Nusa Tenggara Barat (NTB) agar menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu dan perekat kebhinekaan, bukan sebagai arena pertukaran sindiran antarwilayah yang berpotensi memicu polarisasi sosial.

Seruan tersebut disampaikan Artadi menyikapi maraknya penggunaan istilah bernuansa stereotip seperti “Tau Gawah KLU” dan “Teben Kota Mataram” yang kerap muncul dalam konteks rivalitas sepak bola. Menurutnya, narasi semacam itu meskipun sering dianggap sebagai candaan, berpotensi berkembang menjadi stigma sosial yang menggerus nilai persaudaraan dan kebersamaan antarmasyarakat.

“Olahraga, khususnya sepak bola, adalah simbol kebhinekaan dan persatuan. Rivalitas cukup terjadi di dalam lapangan, bukan pada identitas daerah yang dapat melukai rasa kebersamaan,” ujar Artadi, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan bahwa NTB memiliki kekayaan budaya, karakter, dan latar belakang masyarakat yang beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan kedewasaan kolektif dalam menjaga bahasa, sikap, dan ekspresi, terutama di ruang publik maupun media sosial, agar kompetisi olahraga tetap berjalan dalam koridor sportivitas.

Artadi menilai, iklim kompetisi yang sehat hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen sepak bola, mulai dari pemain, pelatih, ofisial, pengurus klub, hingga suporter, memegang teguh prinsip fair play, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

“Menang dan kalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga. Namun menjaga martabat, persatuan, dan rasa saling menghargai adalah kemenangan yang jauh lebih besar bagi daerah ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak klub-klub lokal, komunitas suporter, serta tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam meredam narasi provokatif dan menggantinya dengan semangat asah, asih, dan asuh, demi terciptanya iklim olahraga yang kondusif dan bermartabat di NTB.

Menurut Artadi, sepak bola tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan kompetisi, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang memiliki kekuatan besar dalam memperkuat kohesi sosial lintas wilayah di Nusa Tenggara Barat.

“Jika olahraga kita sehat, maka hubungan sosial masyarakat juga akan kuat. Inilah fondasi penting untuk menjaga persatuan dan keutuhan NTB,” pungkasnya.

Himbauan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bersama agar dunia olahraga di NTB terus tumbuh secara profesional, bermartabat, serta menjadi contoh nyata persatuan dalam keberagaman di tingkat nasional.**

Pos terkait