Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Begini Penampakan Proyek Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Tani di Desa Lanosi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Lukmansyah. 

LUTIM, SULSEL – Proyek pembangunan pemeliharaan Jalan Tani yang berlokasi di Jalan Uemawuri Desa Lanosi, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu- Timur, Sulawesi-Selatan, kini tengah menjadi sorotan warga.

Bacaan Lainnya

Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. ASMA dengan nilai kontrak sebesar Rp. 179.074.000.00,- menggunakan APBD Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Luwu Timur ini, diduga dikerjakan asal asalan.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Namun, sejumlah warga menduga bahwa pelaksanaan proyek ini jauh dari harapan. Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang baru selesai ditimbun itu terlihat amburadul

Salah seorang warga setempat menyebutkan bahwa kualitas timbunan jalan yang dikerjakan diduga terkesan asal-asalan dan tidak memperhatikan kualitas ketebalan timbunan, padahal jalan tersebut memiliki peranan penting sebagai jalur utama menuju kebun warga

“Timbunannya harusnya dipadatkan (dibomag) biar rapih batu-batu timbunan tidak berhamburan, kan kalau dibomag kelihatan mana yang masih tipis atau kurang ketebalan. Kalau kurang ketebalannya sesuai gambar harus ditambah dan dirapikan karena proyek ini spertinya sudah selesai tapi kelihatan masih ada beberapa titik yang kurang tebal timbunannya,” ujar warga, yang enggan namanya dipublikasikan kepada pewarta media ini, Sabtu (8/11/2025).

Dengan kondisi proyek seperti ini Masyarakat mulai mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek ini, mengingat anggaran yang cukup besar dan pentingnya keberlanjutan kualitas jalan tersebut untuk kelancaran transportasi masyarakat. Pasalnya dilokasi proyek hanya tertera informasi anggaran proyek dan perusahaan pelaksana serta nomor kontrak namun tidak diketahui berapa ketebalan timbunan proyek sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Warga menyarankan agar dilakukan audit terhadap proyek ini untuk memastikan apakah ada pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan yang dapat merugikan negara.

Masyarakat berharap agar pihak-pihak terkait, mulai dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Luwu-Timur hingga kontraktor pelaksana, segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi tersebut.

“Kami sebagai masyarakat berharap agar proyek ini ditinjau dan dibenahi jika memang ada kekurangan,tapi nanti kita lihat apakah pemerintah dan rekanan ada perhatian atau hanya dibiarkan saja seperti itu dan di anggap sudah selesai” ujar warga.

Hingga berita ini diterbitkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek ini Nurhalis, saat dikonfirmasi melalui nomor whatsapnya belum memberikan tanggapan.**

Pos terkait