Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim.
PEKALONGAN, JATENG – Pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong Pekalongan,yang melintasi Jalan Raya Watusalam – Karangdadap diduga asal – asalan dan tidak memenuhi standar atau spesifikasi kontruksi. Pemakaian tanah urukan serta tidak adanya papan proyek menjadikan pekerjaan tersebut tidak transparan.
Dari pantauan di lokasi maupun informasi yang dihimpun, kontruksi proyek tersebut diduga menggunakan tanah urug yang seharusnya menggunakan pasir dan batu (sirtu) sesuai spesifikasi. Kemudian tidak adanya proses pemadatan menjadikan pekerjaan terkesan asal-asalan.
Pelaksana Proyek, Wahyudi dari CV Deltadengkeng asal Klaten tidak menampik terkait ketiadaan papan proyek dan penggunaan pengurukan menggunakan sirtu, namun pekekerjaan pengurukan belum dipadatkan, dirinya berdalih alat stemper atau alat untuk memadatkan tanah sedang dalam keadaan rusak.
“Kemarin baru masuk bengkel karena stempernya rusak. Fokus kita hari ini meratakan tanah urug baru kalau alatnya jadi kita padatkan,” ujar Wahyudi, ditemui dilokasi, Senin (12/6/23).
Wahyudi menjelaskan pihaknya mendapatkan pekerjaan untuk ruas Karangdadap hingga Watussalam atau sepanjang 4,7 kilometer yang dimulai dari perempatan kecamatan.
Adapun proses penggalian tanah untuk penempatan pipa SPAM mencapai kedalaman mulai dari 1,5 meter, 1,7 meter hingga 2 meter dan untuk progres pekerjaan sudah memasuki 70 persen.
Sementara itu konsultan pengawas proyek, Rudi Susanto yang dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan material urug sudah sesuai spesifikasi yakni sirtu dan untuk jenisnya pun sudah di setujui oleh dinas yang bersangkutan.
“Selain itu sampel sirtu juga ada di kantor direksi dan menurut saya itu agregat pasirnya dan sirtunya juga ada,” sebutnya.
Rudi Susanto juga mengungkapkan jenis material yang digunakan untuk pengurukan kalau menghendaki sirtu berwarna abu-abu dan misalpun mau yang seperti itu, maka akan kesulitan di armada karena jauh untuk mendapatkannya.
Untuk itu dilakukan alternatif pilihan yang terdekat dan yang lebih cepat pengiriman untuk memperlancar proses pekerjaan sehingga jenis sirtunya seperti yang terlihat di lokasi.
“Dan untuk hal-hal yang lain seperti papan proyek sudah kita ingatkan pelaksana kerjanya untuk dipasang. Kita ingatkan direksinya juga,” tutupnya.
Sebagai tambahan proyek pembangunan SPAM Regional Petanglong menggunakan sumber dana dari APBD 2023 sebesar Rp. 4.349.324.933,51 dengan pelaksana Dinas Pekerjaan Umum Binamarga dan Ciptakarya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui penyedia jasa CV Deltadengkeng dan konsultan pengawas CV Jati Utama.








