Laporan wartawan sorotnews.co.id : Samahato Buulolo/A. Pais.
GUNUNGSITOLI, SUMUT – Situasi kantor Walikota Gunungsitoli di Jalan Pancasila, Desa Mudik, Selasa (17/3/2026) pagi mendadak dihebohkan seorang wanita berinisial KH, 28 tahun berteriak histeris ditengah aktifitas perkantoran sedang berlangsung.
Bukan tanpa alasan, teriakan wanita (KH) tersebut bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban oknum ASN PPPK berinisial MW (Marnius Waruwu) alias Koel yang berdinas pada Bagian Umum Setda Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Peristiwa itu sontak memicu perhatian seluruh ASN dilingkungan Pemerintahan Kota Gunungsitoli dan sejumlah ASN yang melihat mencoba menenangkan situasi, namun upaya tersebut gagal karena KH terus berteriak mendesak MW yang merupakan Eks Sopir Pj. Sekda Kota Gunungsitoli supaya bertangungjawab atas kehamilannya.
Kepada wartawan, KH menerangkan bahwa, “aksi nekatnya dilakukan lantaran Marnius tidak bertanggungjawab setelah mengetahui dirinya mengandung anak hasil hubungan gelap mereka selama ini,” katanya.
Korban menjelaskan bahwa, “menjalin hubungan dengan KW sejak November 2025 lalu, dan selama berpacaran, berulang kali melakukan hubungan badan layaknya suami-istri dengan janji bila saya hamil dia (MW) akan bertangungjawab,” ucap KH dengan nada sedih.
“Namun setelah mengetahui KH mengandung anak hasil hubungan mereka, oknum pelaku MW langsung memutuskan hubungan dengan KH melalui telephone WhatsApp,” ujarnya.
Korban mendesak Marnius Waruwu untuk menepati janji dan tidak lari dari tanggungjawabnya.
“Saya sangat berharap kepada Bapak Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli SE, M.Si, sebagai Pimpinan tertinggi memberi perhatian terhadap masalah yang saya alami,” harap KH.**








