Dorong Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), SPPG Sasak Gelar Pelatihan Penjamah Makanan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Taufik Rahman. 

KAB. TANGERANG, BANTEN – Dalam upaya meningkatkan standar keamanan pangan dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sasak yang berlokasi di Jalan R. Mahmudi I, Kampung Mandeg RT 013/003, Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, bekerja sama dengan Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan di Aula Kecamatan Mauk, pada Kamis (30/10/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendorong penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang menjadi syarat penting bagi penjamah makanan agar memenuhi ketentuan keamanan pangan sesuai standar nasional.

Pelatihan ini juga menjadi bentuk penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) — sebuah program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah.

Namun demikian, dalam beberapa bulan terakhir, program MBG sempat diwarnai sejumlah kasus keracunan makanan di beberapa daerah. Kepala BGN sebelumnya membeberkan data bahwa sejak awal pelaksanaan program, tercatat 75 kasus keracunan di seluruh Indonesia. Rinciannya, 24 kasus terjadi pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, dan 51 kasus terjadi antara 1 Agustus hingga 30 September 2025.

Meski begitu, BGN menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem pengawasan berlapis, pelatihan rutin penjamah makanan, serta kerja sama lintas sektor dengan dinas kesehatan, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan langkah penting agar para penjamah makanan memahami prinsip-prinsip keamanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman, bergizi, dan memenuhi standar higienitas,” ujar Ani Nurhayati, Ketua Umum Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang: Ati Sri Wahyuni, Wilda, dan Hartian A. Putri; dari UPT Puskesmas Mauk: Surya Gunawan dan Arin Husna; serta dari UPT Puskesmas Kronjo: Ajeng Nurulliza.

Turut hadir pula Kepala SPPG Sasak, M. Ato Darmawan, serta jajaran Yayasan Relawan Sehat Indonesia (RESI), yaitu Sekretaris Jenderal Erist Ramdoni, S.Pd, dan Nisa Andini.

Acara berlangsung dengan lancar dan interaktif. Peserta mendapatkan pembekalan materi tentang praktik higiene dan sanitasi dalam penjamahan makanan, serta mengikuti sesi tanya jawab dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh penjamah makanan di wilayah Kecamatan Mauk dan sekitarnya dapat memahami pentingnya penerapan prinsip higiene sanitasi secara benar, sehingga mampu memenuhi syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman dan berkelanjutan.**

Pos terkait