Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup klien pemasyarakatan. Pada hari Rabu (26/11/2025), Bapas Kelas II Pekalongan sukses menggelar kegiatan bimbingan keterampilan berupa pelatihan budidaya ikan lele. Kegiatan strategis ini terselenggara berkat kerja sama yang sinergis dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan.
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk membekali para klien pemasyarakatan dengan keterampilan kemandirian yang konkret. Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya menjadi wawasan semata, melainkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini menjadi modal penting bagi klien untuk menata kembali kehidupan ekonomi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Bapas Kelas II Pekalongan, Tri Haryanto, menegaskan pentingnya program ini bagi masa depan para klien. “Pelatihan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program pembimbingan kemandirian. Kami berorientasi pada peningkatan kemampuan kerja dan pemanfaatan keterampilan produktif, agar klien siap berdaya guna,” ujar Tri Haryanto saat memantau jalannya kegiatan.
Selama pelatihan berlangsung, narasumber ahli dari DKP Kota Pekalongan memberikan materi yang sangat komprehensif mengenai seluk-beluk budidaya lele. Para peserta diajak memahami konsep dasar mulai dari pemilihan benih yang berkualitas, teknik pengelolaan kolam, hingga cara pengaturan kualitas air yang baik agar ikan dapat tumbuh sehat.
Tidak hanya teori dasar, materi teknis mendalam juga turut disampaikan kepada para peserta. Narasumber menjelaskan teknik pemberian pakan yang tepat, langkah-langkah penanganan penyakit pada ikan, hingga metode panen yang optimal untuk mendapatkan hasil maksimal. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi materi berlangsung.
Pihak DKP Kota Pekalongan pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Bapas Pekalongan ini.
“Kami menyampaikan dukungan penuh atas kerja sama ini, karena sektor budidaya lele memiliki potensi pasar yang besar di wilayah Pekalongan. Ini bisa menjadi peluang usaha mandiri yang nyata bagi teman-teman klien pemasyarakatan,” ungkap perwakilan dari DKP Kota Pekalongan.
Sebagai langkah keberlanjutan, Bapas Pekalongan merencanakan tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan di bidang perikanan maupun sektor kemandirian lainnya. Selain itu, Bapas juga akan mendorong dan memfasilitasi klien untuk berani memulai usaha mandiri melalui program pendampingan usaha mikro, memastikan integrasi mereka ke masyarakat berjalan mulus dan produktif.**







