Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat para pecinta di Kabupaten Muna untuk mengasah otak dan strategi. Turnamen catur bergengsi bertajuk Open PBT Chess Ramadhan Cup yang digelar beberapa waktu lalu resmi berakhir dengan sukses. Ajang ini menjadi bukti bahwa olahraga catur tetap memiliki daya tarik tinggi sebagai kegiatan positif di kala menanti waktu berbuka puasa.
Turnamen yang dipusatkan di kota Raha jalan wamponiki tepatnya sekretariat Percasi Muna menarik perhatian puluhan peserta, mulai dari pecatur muda berbakat,master Nasional(MN)Sultra hingga para veteran yang sudah malang melintang di dunia percaturan daerah Turut memeriahkan PBT Chees Ramadhan Cup yang di Bentuk oleh ketua Percasi Muna MN Jalaluddin Madjinuhu.Suasana kompetisi terasa unik,meski diwarnai keheningan khas pertandingan catur, ketegangan antarpemain tetap terasa kuat di atas papan hitam-putih.
Ketua Panitia pelaksana Abdul Wahid,mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjaga ritme kompetisi para atlet sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-penggemar catur di wilayah Muna dan juga Sultra.
“Ramadhan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Justru melalui Open PBT Chess ini, kita ingin menunjukkan bahwa konsentrasi dan sportivitas bisa tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya
Setelah melewati beberapa babak yang menguras pikiran, turnamen akhirnya melahirkan juara yang berhak membawa pulang Hadiah Berupa Uang Tunai.
Ikmin Aprianto asal Kota bau-bau berhasil meraih peringkat Peringkat pertama dalam ajang tersebut.Di susul kota Kendari MN Jufsri Setiawan di tempat ke 2 dan tempat ke 3 di Raih oleh Kabupaten Muna MN Agus Salim.Lebih dari sekedar Hadiah para peserta mengaku puas bisa menyalurkan hobi mereka dalam wadah yang terorganisir dengan baik.
“Ini kegiatan ngabuburit yang sangat positif. Selain mengasah otak, kita juga bisa bertemu dengan teman-teman sesama komunitas catur,” kata salah satu peserta yang ikut berkompetisi.
Sembatara itu ketua Percasi Muna sekaligus penyelenggara PBT Chees MN Jalaludin Madjinuhu Berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi turnamen-turnamen berikutnya di Kabupaten Muna dengan dukungan dari berbagai Pihak dan komunitas.
“Harapan kami, turnamen ini bukan sekadar ajang musiman di bulan suci, melainkan batu loncatan bagi para pecatur di Muna untuk terus mengasah mental bertanding. Kami ingin PBT Chess menjadi wadah konsisten yang melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional.” ujarnya.**








