Hewan Ternak Ketahanan Pangan Desa Kecepak Dijual, Kades : Dana Masih Tersimpan Di Bendahara

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

BATANG, JATENG – Program ketahanan pangan di Desa Kecepak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang yang didanai oleh dana desa tengah menjadi sorotan. Pasalnya, hewan ternak yang telah dibeli menggunakan dana tersebut telah dijual dan hingga kini belum ada pengadaan ulang.

Kepala Desa Kecepak, Amat Asari, mengakui bahwa hewan ternak memang telah dijual. Program pengadaan ternak ini berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai pada tahun 2022 dengan kambing, dilanjutkan pada tahun 2023 dengan sapi, dan rencananya untuk tahun 2024 akan mencakup kambing dan sapi.

“Tahun 2022 kami mendapatkan 40 ekor kambing Jawa, kandang, serta upah untuk pencari pakan dengan total dana sebesar 183 juta rupiah. Program ini masih berjalan hingga sekarang,dan pada tahun 2023, kami membeli 5 ekor sapi dan kandang dengan total dana sekitar 200 juta rupiah, yang dibagi dalam dua tahap karena pembagian RPD tidak mampu dilakukan sekali jalan,” ujar Amat Asari, Sabtu (3/8/2024).

Lebih lanjut, Amat menjelaskan bahwa pada tahun 2024, pengadaan ternak tahap pertama telah dianggarkan sebesar 127 juta rupiah.

“Namun, tahap kedua belum dilaksanakan. Ketahanan pangan ini tetap dalam bentuk kelompok masyarakat (Pokmas) yang pembeliannya melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan kemudian diserahkan ke Pokmas,” tambahnya.

Amat juga mengungkapkan bahwa program ini melibatkan beberapa kelompok masyarakat dengan ketua yang berbeda setiap tahunnya.

“Tahun 2022 kambing dan kandang di bawah Pokmas yang berbeda dengan tahun 2023, dan seterusnya. Setiap tahunnya, kelompok berbeda untuk memastikan program berjalan dengan baik dan efisien,” jelasnya.

Sejauh ini, program ketahanan pangan telah menunjukkan hasil yang baik. “Dari hasil penjualan kambing dan sapi tahun 2022 dan 2023, pendapatan kotornya mencapai 58 juta rupiah. Dana ini digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat seperti sedekah bumi dan acara lainnya,” jelas Amat Asari.

Amat juga menekankan bahwa dana yang terkumpul saat ini masih dipegang oleh bendahara desa dan akan digunakan untuk pembelian ternak berikutnya pada bulan September.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa pemeliharaan ternak yang terlalu lama dapat merugikan kelompok, sehingga kami berencana untuk membeli ternak mendekati waktu penjualan agar lebih efisien,” tambahnya.

Dalam audit yang dilakukan oleh inspektorat provinsi, program ketahanan pangan Desa Kecepak dinilai cukup baik karena dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang sudah berbadan hukum. Bumdes Berkah Lestari yang mengelola program ini juga telah memiliki predikat administrasi terbaik di Jawa Tengah.

Meskipun begitu, Amat Asari menyadari bahwa masih ada tantangan dalam pelaksanaan program ini.

“Kami berupaya untuk memastikan bahwa program ini tidak membebani desa dan tetap fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal. Penyerapan dana desa untuk ketahanan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal,” tutupnya.*

Pos terkait