HWPL Peringati 11 Tahun KTT Perdamaian Dunia: Dorong Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Budaya Damai

Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/HWPL.

KOREA SELATAN – Organisasi internasional Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) memperingati 11 Tahun KTT Perdamaian Dunia 18 September dengan mengangkat tema besar “Bersatu untuk Perdamaian dan Memenuhi Kewajiban Kemanusiaan Bersama”. Acara ini sekaligus menyoroti peran strategis media dan jurnalis sebagai katalisator dalam menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian dan memperkuat demokrasi global.

Dalam pra-wawancara eksklusif dengan Dr. Ian Seo, selaku Direktur Jenderal Departemen Hubungan Masyarakat HWPL, menyampaikan pandangannya terkait kontribusi pers dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan serta kerja sama strategis HWPL dengan insan media di seluruh dunia.

Menanggapi pertanyaan mengenai peran media, Dr. Ian Seo menekankan bahwa kebebasan pers adalah elemen fundamental dalam mendorong masyarakat damai dan demokratis.

“Pers adalah platform yang bertanggung jawab dalam menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat. Dengan memberikan beragam perspektif, media dapat membentuk pemahaman publik yang mendorong gerakan sosial menuju perdamaian,” ungkap Dr. Ian.

Ia juga menyinggung pentingnya Deklarasi Windhoek 1991 yang baru-baru ini ditetapkan sebagai warisan dokumenter UNESCO. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa kebebasan pers adalah pondasi kuat dalam menghadapi kekerasan dan menjaga stabilitas masyarakat global.

HWPL selama ini aktif bekerja sama dengan para pemimpin media dari berbagai negara untuk membangun budaya damai. Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut adalah melalui penerbitan tahunan artikel dan kajian dari jurnalis yang berfokus pada isu-isu perdamaian.

“Kami mengadakan forum khusus bagi para penulis untuk berbagi pemikiran profesional dan inspiratif yang dapat dijadikan referensi dalam mengembangkan program perdamaian lintas negara,” tambahnya.

Selain itu, HWPL juga melihat pentingnya penguatan kapasitas jurnalis, terutama di negara-negara berkembang. Tahun lalu, organisasi ini bekerja sama dengan Pemerintah Timor Leste dalam menyelenggarakan pelatihan bagi jurnalis yang mencakup tema perdamaian, sejarah konflik, hingga isu sosial-politik global.

“Di Afrika, beberapa jurnalis bahkan memproduksi film dokumenter dengan dukungan HWPL, yang kemudian diputar melalui siaran publik dan festival film internasional untuk menyebarkan wawasan perdamaian,” ujarnya.

Terkait dengan prospek ke depan, Dr. Ian Seo menjelaskan bahwa KTT Perdamaian HWPL berfungsi sebagai wadah untuk merefleksikan hasil nyata dari berbagai program perdamaian yang telah dijalankan di seluruh dunia.

“Kami telah menjalin kolaborasi dengan pemerintah di berbagai negara. Harapan kami ke depan, kerja sama ini akan berkembang lebih luas ke tingkat regional dan internasional,” jelasnya.

KTT ini juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memperkuat komitmen global terhadap perdamaian, serta mendorong keberlanjutan inisiatif yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, media, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil.

HWPL terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu dalam semangat kemanusiaan dan menjadikan perdamaian sebagai warisan dunia yang abadi.**

Pos terkait