Laporan wartawan sorotnews.co.id : Red.
LONDON, INGGRIS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi menyepakati kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut menandai babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Inggris yang telah terjalin sejak Desember 1949. Dalam kesepakatan terbaru ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama strategis dengan menitikberatkan pada sektor maritim dan pendidikan, dua bidang yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan sumber daya manusia.
Dalam pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Keir Starmer, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas dan memperdalam kerja sama maritim dengan Inggris. Menurut Presiden, kemitraan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi maritim nasional Indonesia.
“Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya pikir ini akan menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi maritim kita,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut baik kesepakatan yang dicapai kedua negara, khususnya dalam sektor maritim. Ia menyinggung kerja sama maritim yang sebelumnya telah dibangun melalui forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Inggris.
“Kesepakatan maritim yang telah kita bangun sebelumnya telah menciptakan lapangan kerja bagi warga Inggris. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kerja sama ini ke tahap yang lebih strategis,” kata Starmer.
Selain sektor maritim, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Starmer juga membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, termasuk peningkatan kolaborasi antarperguruan tinggi, pengembangan program pertukaran pelajar, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama di sektor pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Pertemuan bilateral ini mencerminkan keseriusan Indonesia dan Inggris dalam memperkuat hubungan strategis yang saling menguntungkan, sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan global di bidang ekonomi, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan.**








