Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Komitmen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi persoalan sosial dan kesehatan kembali mendapat apresiasi. Melalui inovasi program Stunting Action Hub, Telkom berhasil meraih penghargaan Outstanding Innovation pada ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (AII) 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Telkom dalam menghadirkan solusi digital untuk memperkuat upaya nasional dalam pencegahan dan penanganan stunting di Indonesia.
Upaya penanganan stunting menjadi fokus penting pemerintah, seiring dengan masih tingginya prevalensi kasus di Tanah Air. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, angka stunting nasional tercatat sebesar 21,5%, dan turun menjadi 19,8% pada 2024. Meski menurun, capaian tersebut masih belum memenuhi target RPJMN 2024 sebesar 14%.
Menjawab tantangan tersebut, Telkom menghadirkan program Stunting Action Hub, sebuah solusi digital terintegrasi yang memungkinkan proses pencatatan, pelaporan, pemantauan, hingga intervensi dilakukan secara cepat, akurat, dan berbasis data.
Sepanjang tahun 2025, program ini telah menjangkau 591 balita, melibatkan 53 kader puskesmas, serta mencakup 42 posyandu di berbagai wilayah Indonesia. Melalui pendekatan digital, Stunting Action Hub memperkuat koordinasi lintas lembaga, mempercepat proses pemantauan, dan memastikan setiap langkah penanganan dilakukan dengan tepat sasaran.
Program Stunting Action Hub dijalankan melalui enam pilar implementasi utama, yakni: Edukasi dan pelatihan kepada kader serta orang tua dalam penggunaan aplikasi; Penyajian data analitik stunting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti; Monitoring dan tindak lanjut lapangan secara real-time; Distribusi bantuan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) sebagai intervensi sosial; Digitalisasi pencatatan aksi lapangan dalam satu sistem terintegrasi; Pemanfaatan dashboard digital oleh puskesmas dan perangkat daerah untuk pemetaan kebijakan.
Dengan sistem berbasis data dan teknologi digital, program ini memungkinkan deteksi dini risiko stunting serta mempercepat pemberian intervensi yang tepat kepada balita dan keluarga berisiko tinggi.
Telkom Indonesia mencatat bahwa implementasi Stunting Action Hub telah memberikan dampak sosial yang signifikan di lapangan. Program ini mempermudah kader posyandu dalam pengumpulan data, meningkatkan akurasi pengukuran, serta mempercepat proses pemantauan tumbuh kembang anak.
Pemerintah daerah, BKKBN, dan puskesmas kini dapat mengakses data melalui dashboard digital untuk menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Sementara itu, orang tua balita dapat memantau perkembangan anak mereka secara berkelanjutan melalui aplikasi yang mudah digunakan.
Berdasarkan perhitungan, program ini juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1 : 1,75, yang berarti setiap satu rupiah investasi sosial menghasilkan manfaat sosial senilai 1,75 kali lipat bagi masyarakat.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Telkom dalam mengembangkan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sebagai perusahaan digital telco, Telkom Indonesia terus berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak sosial nyata,” ujar Hery.
“Melalui Stunting Action Hub, kami ingin menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi jembatan antara teknologi dan kemanusiaan. Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berdaya,” tambahnya.
Program Stunting Action Hub merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom, khususnya di pilar Kesehatan dan Inovasi Digital.
Inisiatif ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), yaitu: Poin 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), Poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), Poin 9: Infrastruktur, Industri, dan Inovasi (Industry, Innovation, and Infrastructure).
Keberhasilan Stunting Action Hub menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mendorong efisiensi layanan publik, tetapi juga mampu menjadi katalis perubahan sosial untuk membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
IDX Channel AII merupakan ajang penghargaan tahunan yang digagas oleh IDX Channel untuk memberikan apresiasi kepada korporasi, lembaga, dan individu yang menghadirkan inovasi berkelanjutan serta berdampak positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.**








