Laporan wartawan sorotnews.co.id : Priska Sitorus.
BATAM, KEPRI – Gangguan pada sistem elektronik seperti komputer dan alat komunikasi memang sudah lazim terjadi dimana mana dan tak menutup kemungkinan di perkantoran seperti imigrasi khusus Batam.
Namun kelaziman yang terjadi pada jaringan elektronik tersebut jangan pula di manfaatkan untuk melakukan sebuah kebohongan atau pun tindakan diskriminasi kepada orang lain.
Menurut keterangan salah satu sumber, yang kita sebut saja namanya ibu pres (bukan nama sebenarnya) mengatakan kepada wartawan investigasi Sorotnews, kalau (Kasi) Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas IA TPI Khusus Batam, Muh Iqbal Bangsawan, SH, sangat patut diduga telah melakukan diskriminasi atau kebohongan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Ibu Pres mengatakan kalau hal tersebut beliau alami sendiri saat membantu salah satu temannya yang ingin membuat paspor di Imigrasi Batam.
Kronologi kejadian yang Bu Pres alami terjadi pada hari Senin tanggal 22/5/2023, dimana saat itu sekitar jam 09.00 Wib, beliau datang ke kantor Imigrasi dengan membawa 2 dokumen kepengurusan Pasport.
Singkat cerita setelah ketemu Kepala Seksi (Kasi) Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas IA TPI Khusus Batam, Muh. Iqbal Bangsawan, SH dan Bu Pres menanyakan apakah hari ini kedua Klein nya bisa berphoto.
Iqbal mengatakan kalau sistem sedang mengalami gangguan, ibu diminta untuk bersabar dulu dan nanti kami akan hubungi pada hari Rabu atau hari Kamis ya Bu, ujar Ikbal.
Lalu ibu Pres menghubungi Klein nya dan mengatakan kalau hari ini belum bisa berphoto dikarenakan sistem di Imigrasi sedang mengalami gangguan.
Mendengar hal itu kedua Klein nya meminta agar dibatalkan saja, dan semua dokumen yang telah diserahkan agar ditarik kembali karena menurut Klein saya mereka sudah ada orang dalam yang bisa membantu untuk berphoto dan menyelesaikan paspor mereka dengan cepat.
Merasa curiga kalau saya telah dibohongi oleh Iqbal yang berdalih sistem mengalami gangguan, dengan perasaan yang tak karuan saya menunggu jam 14.00 Wib dimana janji kedua mantan klein saya akan dijadwalkan berphoto.
Tepat pada jam 14, 20 wib benar saja kedua orang yang tadinya meminta bantuan kepadanya terlihat berphoto di loket nomor 2.
“Setelah mengetahui bahwa saya benar benar di zholimi dan di bohongi, saya langsung menelpon pak Iqbal dan menanyakan permasalahan yang terjadi, namun beliau masih saja bersikukuh kalau sistem sedang mengalami gangguan,” jelas Bu Pres.
Namun setelah tau kelakukan Iqbal maka apa yang disampaikan oleh beliau saya mendengarnya seperti suara gonggongan anjing rakus yang sedang mempertahankan makanan. Sehingga saya minta bantuan kepada teman teman aktivis kota Batam untuk bertemu Kepala Imigrasi pak Subki.
Sesampainya di kantor Imigrasi Batam kami di arah kan ketemu sama pak Iqbal, sedangkan Kepala Imigrasi sedang tidak berada di tempat.
“Pada pak Iqbal kami sempat menanyakan kenapa pada hari yang sama dan jam yang sama serta pada orang yang sama, bisa terjadi perbedaan pada pelayanan yang bapak berikan kepada saya dan kepada rekanan bapak yang seorang supervisor di salah satu PT Rubicon,” katanya Bu Pres.
“Dikarenakan saya dan teman teman sudah tak percaya lagi dengan pak Iqbal karena sudah terbukti di mata kepala saya sendiri. Sehingga kami tak mendengarkan apa penjelasan dan alasan beliau yang menurut kami sudah tak masuk akal dan menjengkelkan,” kata bu Pres.
“Bagaimana tidak kesal, kita tanyakan kenapa hal itu bisa terjadi, dia jawabnya mana dokumen ibu yang lain biar kami bantu selesaikan satu hari siap,” ungkap Ibu Pres.
Akhir nya kami (Tim) pergi dan meminta agar mereka menjadwalkan untuk kami bisa bertemu dengan Kepala Imigrasi Batam untuk menyampaikan kelakuan anak buahnya.
Walaupun permintaan konfirmasi diterima tapi sampai detik ini belum mendapatkan panggilan dari mereka kapan bisa bertemu dengan yang terhormat bapak Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Khusus Batam, bapak Subki.
Dengan diterbitkannya berita ini ibu pres berharap kepada masyarakat agar jangan mudah percaya kepada pak Iqbal yang menurutnya adalah seorang pembohong besar yang seharusnya tidak berada di kantor imigrasi Batam.








