Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
MOJOKERTO, JATIM – Kondisi Jalan Soekarno di Kota Mojokerto kembali dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Taman Bahari Majapahit (TBM) itu tampak rusak dan bergelombang di sejumlah titik sejak Kamis (6/11/2025).
Kerusakan terlihat pada tatanan paving block yang bergeser, ambles, dan renggang di beberapa bagian. Padahal, proyek peningkatan jalan dengan nilai anggaran mencapai Rp 5,2 miliar dari APBD Kota Mojokerto ini baru saja selesai dan diresmikan pada Juni 2024 lalu.
Kondisi jalan yang kembali rusak ini memunculkan keluhan dari para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur penghubung TBM–Mentikan tersebut.
“Padahal baru setahun diperbaiki, tapi sekarang sudah bergelombang lagi. Kalau malam berbahaya, apalagi saat hujan, jalan licin dan tidak rata,” ujar Kusnawati, salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi, Sabtu (8/11/2025).
Jalan Soekarno sendiri merupakan salah satu akses vital menuju destinasi wisata unggulan Taman Bahari Majapahit (TBM) yang menjadi ikon rekreasi keluarga di Kota Mojokerto. Pemerintah daerah sebelumnya menargetkan proyek ini dapat meningkatkan konektivitas, kenyamanan, dan estetika kawasan wisata.
Namun, kondisi jalan yang cepat mengalami kerusakan menimbulkan pertanyaan publik mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Sayang sekali, proyek besar dengan anggaran miliaran rupiah ini tidak bertahan lama. Kami berharap ada perhatian dari dinas terkait agar segera diperbaiki,” tambah salah satu warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Jalan Soekarno merupakan salah satu jalur yang setiap hari ramai dilalui kendaraan warga, termasuk oleh jurnalis Sorotnews, Sugeng Tri, yang berdomisili di kawasan Griya Tegal Asri, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Ia mengonfirmasi bahwa kondisi jalan memang tampak tidak rata dan sebagian paving telah bergeser.
“Setiap hari saya melintas di jalan ini. Memang benar, banyak bagian paving yang sudah turun dan bergelombang. Saat hujan, air menggenang dan membuat jalan semakin licin,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan audit teknis dan pemeriksaan kualitas pekerjaan untuk memastikan penggunaan anggaran publik berjalan sesuai standar dan hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.**








