Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jokson Irawan.
PESISIR BARAT, LAMPUNG – Menjelang Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025M, sejumlah warga di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mulai mengeluhkan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg.
Tak hanya langka, warga juga keluhan terkait stabilitas harga yang melambung tinggi hingga tembus Rp50.000,’ Padahal kebutuhan menjelang lebaran gas elfiji menjadi hal tak terelakkan bagi masyarakat khususnya Ibu-Ibu rumah tangga.
Seperti yang di tuturkan seorang ibu rumah tangga berinisial MA, pada hari ini sabtu, (29/03/2025). Dikisahkan Dia, ia sudah pergi ke beberapa agen gas elpiji di pesisir barat, berharap bisa membeli gas elfiji dengan harga sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
Namun, dari sejumlah agen yang ia temui semua kosong, beruntung ia pun menemukan gas elfiji di warung pengecer dengan harga yang tinggi, Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah), tandas MA.
Harga tersebut tentu tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), diketahui gas LPG 3 Kg bersubsidi seharusnya dijual dengan harga Rp21 ribu rupiah.
Menyikapi kelangkaan gas elfiji yang banyak dikeluhkan emak-emak di pesisir barat, tempo hari Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan sidak kesejumlah agen Gas elfiji di kabupaten pesisir barat, Kamis (27/3/2025)
Beberapa titik yang menjadi sasaran sidak Bupati antara lain pangkalan gas LPG Pekon Seray, Lingkungan Pasar Mulia Timur02/Pagar Baru Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah, Pekon Padang Haluan Kecamatan Krui Selatan, dan Pekon Bumi Waras Kecamatan Way Krui.
Dikatakan Bupati, kegiatannya tersebut dalam rangka menyikapi dan memastikan penyebab atas terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga gas LPG subsidi ukuran 3 Kg.
Bupati juga menyarankan para distributor, pangkalan, dan agen di Pesibar agar benar-benar menyalurkan suplai gas LPG subsidi dengan baik sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). gas LPG 3 Kg dijual dengan harga Rp21 ribu.
Bagi distributor ataupun agen-agen yang bermain-main dengan harga, Pemkab Pesibar pastikan akan ada tindak lanjut dan akan berlaku kedepannya karena ini menyangkut keperluan masyarakat.
“Bupati berharap, pangkalan dan agen dapat bekerjasama dengan pemkab pesibar, dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi kelangkaan Gas LPG. Selain itu harga juga harus sesuai dengan Harga eceran tertinggi,” tandas Dedi.**








