Kampung Dampek dan Maki Terancam Luapan Sungai Wae Laing, Warga Minta Tolong Bupati, Gubernur hingga Presiden

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI TIMUR, NTT – Dua kampung di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kampung Dampek dan Kampung Maki, terancam terdampak serius akibat luapan Sungai Wae Laing.

Berdasarkan pantauan di lokasi beberapa waktu lalu, jarak antara aliran Sungai Wae Laing dengan pemukiman warga kini tersisa hanya beberapa meter. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah sungai tersebut meluap cukup besar dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan pengikisan tanah di sepanjang bantaran sungai.

Kampung Dampek berada di wilayah Desa Satar Padut, sementara Kampung Maki terletak di Desa Satar Kampas. Kedua kampung tersebut masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Lamba Leda Utara.

Warga setempat menyampaikan kekhawatiran mereka kepada wartawan Sorotnews.co.id. Yakobus Pekang dan Stanislaus Pius, warga Kampung Maki, berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menyelamatkan kedua kampung dari ancaman bencana yang lebih besar.

“Kondisi sekarang sudah sangat kritis. Kalau tidak segera diselamatkan, Kampung Dampek dan Kampung Maki akan mengalami dampak yang sangat serius,” ungkap mereka.

Warga meminta pemerintah membangun tanggul di sepanjang bantaran Sungai Wae Laing guna mencegah air terus mengikis tanah yang semakin mendekati pemukiman warga.

“Kami minta dibangun tanggul supaya air tidak lagi mengikis tanah dan memperpendek jarak ke rumah-rumah warga,” lanjutnya.

Menurut warga, keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama mereka tidak mampu melakukan upaya penanganan secara mandiri.

“Kami sebagai masyarakat saat ini hanya bisa pasrah. Kami tidak punya modal untuk membangun tanggul. Yang punya modal adalah pemerintah. Karena itu kami meminta tolong kepada pemerintah untuk membantu kami,” ujar mereka.

Saat wartawan Sorotnews.co.id berada di lokasi Kampung Dampek dan berupaya merekam kondisi luapan Sungai Wae Laing, terpantau seorang pria dan dua orang perempuan yang berada di seberang sungai berteriak meminta pertolongan kepada pemerintah.

“Bapak Bupati, Bapak Gubernur, Bapak Presiden, tolong kami. Saat ini rumah kami terancam akibat luapan Sungai Wae Laing. Tolong bantu kami,” teriak warga tersebut dengan nada penuh harap.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di wilayah tersebut.**

Pos terkait