Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD — Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Raja Ampat, Heriyanto Umpain, bersama keluarga korban menyatakan duka mendalam sekaligus ketidakikhlasan atas meninggalnya Prada Jack Yakonias Soor, seorang prajurit TNI yang diduga kuat menjadi korban penganiayaan tidak manusiawi oleh sesama anggota TNI.
Peristiwa tragis tersebut diduga terjadi di Bintuni, Papua Barat, di mana korban dilaporkan mengalami luka-luka parah di sejumlah bagian tubuh akibat kekerasan fisik. Kondisi korban yang terus memburuk akhirnya berujung pada kematian, memunculkan pertanyaan serius mengenai disiplin, pengawasan, dan penegakan hukum di internal institusi militer.
Heriyanto Umpain menegaskan bahwa GMKI Raja Ampat bersama keluarga korban menilai peristiwa ini sebagai tindakan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta marwah institusi negara. Hal tersebut disampaikannya melalui sambungan telepon seluler, Senin (22/12/2025).
“Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa. Dugaan penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang adalah kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” tegas Heriyanto.
Atas dasar itu, GMKI Raja Ampat bersama keluarga korban mendesak Panglima Kodam (Pangdam) untuk segera mengambil tindakan tegas, terukur, dan transparan terhadap oknum-oknum TNI yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Dengan penuh dukacita, kami meminta dengan sungguh-sungguh kepada Pangdam agar menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu. Proses hukum harus berjalan secara adil dan terbuka. Tidak boleh ada upaya menutup-nutupi kasus ini,” ujar Heriyanto dengan nada tegas.
Selain penindakan hukum, GMKI Raja Ampat dan keluarga korban juga menuntut agar seluruh proses penanganan kasus dilakukan secara transparan, khususnya dalam penyampaian informasi kepada pihak keluarga. Hal ini dinilai penting untuk mencegah spekulasi publik dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.
Menurut Heriyanto, meskipun Prada Jack Yakonias Soor telah meninggal dunia, perjuangan untuk mengungkap kebenaran tidak akan berhenti. GMKI Raja Ampat dan keluarga korban berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, sampai penyebab pasti kematian korban terungkap secara jelas kepada publik.
“Kami ingin kebenaran disampaikan secara jujur dan terbuka. Ini bukan hanya demi keluarga korban, tetapi juga demi menjaga integritas institusi TNI dan rasa keadilan di tengah masyarakat,” tegasnya lagi.
GMKI Raja Ampat berharap aparat berwenang dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan, sehingga kasus ini tidak berlarut-larut. Mereka juga menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas menjadi kunci agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara dan supremasi hukum di Indonesia.**








