Kementerian BUMN Konsisten Lakukan Transformasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara secara konsisten terus melakukan transformasi dan perbaikan sistem yang ada di BUMN, termasuk bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menteri BUMN, Erick Thohir dalam konferensi pers yang berlangsung di Kementerian BUMN, mengatakan, “Forum TJSL atau CSR sekarang ini fokus hanya di 3 bidang, yaitu pendidikan, lingkungan hidup, dan juga pendampingan UMKM. Kita fokuskan di 3 bidang ini karena melihat situasi nyata yang terjadi di Indonesia dan bagaimana kita bisa memberikan kontribusi yang berkesinambungan di masyarakat,” ujar Erick, Kamis (2/3/2023).

Erick menambahkan, dengan melihat mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan anak-anak muda maka sudah selayaknya BUMN mendorong, melakukan upgrading, atau memberikan hal-hal yang positif dalam bidang pendidikan, seperti misalnya beasiswa kepada anak usia muda. Ke depan, hal ini akan disinergikan juga dengan program LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

“Ini adalah langkah kita untuk menyiapkan generasi muda yang siap untuk menghadapi perubahan,” lanjut Erick.

Selain itu, dibidang lingkungan hidup, melalui program TJSL, BUMN rencananya akan menanam 1 juta Pohon, membangun 12 unit Sarana Air Bersih, dan mengelola sampah terintegrasi di 5 lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Erick menambahkan, program penanaman pohon macademia nut di Danau Toba, Sumatera Utara bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum pada awal Januari lalu menjadi salah satu contoh sinergi antara lingkungan hidup, pendapatan masyarakat, dan perubahan iklim.

“Kita juga mendorong penanaman pohon yang bermanfaat, tidak hanya untuk penghijauan dan oksigen, tetapi juga pendapatan masyarakat. Seperti yang sudah kita lakukan di Toba kemarin dengan menanam pohon Macadamia Nuts yang harganya mahal, jadi penduduk bisa tetap mendapat penghasilan, dan karena itu adalah pohon yang hidup sepanjang tahun sehingga bisa menghasilkan O2 yang bagus untuk penghijauan dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah pendampingan UMKM. Erick menuturkan, sejauh ini, perusahaan-perusahaan BUMN telah mendorong agar lebih banyak UMKM dan pembiayaan terhadap UMKM yang tercipta.

Tedi Bharata, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN menambahkan, Kementerian BUMN memang tengah melakukan transformasi secara besar-besaran di bidang TJSL. Pertama, dampak TJSL atau CSR BUMN harus terukur. Kementerian BUMN memastikan bahwa dampak TJSL harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sehingga masyarakat itu sebagai subjek, bukan objek.

“Kemudian kita juga harus memperbaiki tata kelolanya, baik di Kementerian BUMN, terkait kebijakan yang berkaitan dengan TJSL dan juga BUMN itu yang kita dorong terus adalah penguatan dari struktur unit di CSR mereka. Selanjutnya, teknologi juga harus ditingkatkan, digitalisasi untuk program-program CSR, dan termasuk kolaborasi yang baik dengan pihak eksternal dan internal yang memiliki aspirasi yang sama untuk program-program CSR ke masyarakat. Terakhir, tentunya kita ingin seluruh karyawan BUMN meningkatkan engagement dalam kegiatan-kegiatan CSR, sehingga kita dorong terus untuk program EVP-nya (Employee Volunteer Program),” ujar Tedi.

Pos terkait