Ketua KAPP R4 Minta Kepolisian Dan Kejaksaan, Usut Dan Periksa Pengunaan Anggaran Piala Raja IV

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Isak Samuel. 

RAJA AMPAT, PAPUA BARAT – Perhelatan turnamen Piala Raja IV yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga telah usai, namun menyisahkan banyak pertanyaan, masukan dan komentar dari masyarakat Raja Ampat. Pasalnya menurut mereka perhelatan tersebut hanya menghambur-hamburkan anggaran daerah, tanpa memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Raja Ampat.

Arius Mambrasar, Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Raja Ampat angkat bicara soal Piala Raja Ampat IV yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga.

Menurutnya Turnamen Piala Raja IV terkesan hanya menghambur-hamburkan anggaran daerah tanpa menimbulkan efek positif bagi Sepak Bola Raja Ampat. Apalagi anggaran yang digunakan untuk turnamen tersebut mencapai Miliaran Rupiah.

“Hamburkan uang tanpa memikirkan output terhadap sepak bola Raja Ampat. Alasan menggelar Turnamen untuk meraup keuntungan tanpa adanya output terhadap anak-anak Raja Ampat,” tuka Arius.

Dikatakan turnamen yang digelar ini harus memperhitungkan matang-matang agar jangan terkesan hanya hamburkan anggaran.

“Perhelatan tepat dibulan yang sama dengan perhelatan piala Dunia, siapa yang mau pergi nonton piala Raja IV sedangkan semua terfokus pada piala Dunia, orang yang datang nonton mulai dari pembukaan tidak sampai 50 an orang. Ini piala Raja model bagaimana nih,” tukas Arius.

Disisi lain, Arius juga mempertanyakan kegiatan sepak bola yang digelar di beberapa kampung dalam tahun ini tujuannya apa?. Kalau benar ingin mengangkat sepak bola Raja Ampat. Kenapa pada turnamen piala Raja IV anak- anak yang terpilih dikampung – kampung itu dibina dan untuk ikut turnamen ini. Masa semua kontrak pemain luar.

“Anak-anak Raja Ampat yang ikut pertandingan sepak bola dikampung yang kalian lakukan itu kalian seleksi lalu bentuk tim, bukan kontrak pemain luar. Sekarang yang jadi pertanyaan maksud tujuan pertandingan sepak bola yang kalian lakukan di beberapa kampung itu apa?. Tidak sinkron sekali,” tanda Arius dengan Nada Kesal.

Kasihan anggaran sebesar itu kalian gunakan dan lari keluar Raja Ampat. Anak-anak Raja Ampat hanya jadi penonton, mereka mau mengadu dengan keadaan ini pada siapa.

“Saya mau kasih tahu, masyarakat Raja Ampat banyak yang kurang feer dengan kalian punya kegiatan sepak bola ini, karena kalian buat tanpa memikirkan outputnya untuk perkembangan sepak bola di Raja Ampat. Kalian cuma pikir, ahh.. yang penting kegiatan di DPA kasih jalan, biar ada penyerapan anggaran, mau ada output atau tidak yang penting kegiatan sudah berlangsung sukses, ohh itu pemikiran orang awam, ” tukasnya lagi.

Dikaitkan dengan piala Raja Voli yang digelar beberapa waktu lalu Arius juga menegaskan bahwa piala Raja Voli juga sama saja dengan piala Raja Bola kali. Tidak ada output.

“Sama saja piala Raja Voli dan piala Raja Bola Kaki, kegiatan yang hanya menghambur-hamburkan uang daerah tanpa memikirkan kemajuan olah Raga Di Raja Ampat, Visi dan misi yang mengatakan sport go tourisme tidak ada sama sekali,” tegas Arius.

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Manager Club’ Safcom FC beberapa waktu lalu, saat penutupan piala Raja IV di Stadion Klanafat, beliau mengatakan euforia Piala Raja IV di Raja Ampat tidak ada.

“Saya pikir euforianya belum ada yah, padahal ini turnamen besar dengan hadiah yang cukup besar. Untung saat partai final ini saya datangkan suporter saya dari Sorong, kalau tidak, mungkin tribun sebagian besar kosong,” kata Gusti.

Oleh sebab itu kami sebagai anak Raja Ampat dan juga sebagai ketua Kamar Adat Papua ( KAP) Kabupaten Raja Ampat meminta pihak terkait baik itu kepolisian, kejaksaan tinggi Sorong maupun Papua Barat ataupun BPK untuk segera turun mengaudit anggaran Turneman Piala Raja IV maupun piala Raja Voli. Karena anggaran sebesar itu, dipakai tapi tidak ada timbal balik yang bersifat positif bagi olah Raga di Raja Ampat

“Kepolisian, Kejaksaan maupun BPK kami mohon turun untuk periksa anggaran yang digunakan dalam perhelatan piala Raja IV maupun piala Raja Voli, Karena anggaran yang digunakan sangat besar tapi tidak ada output untuk kami masyarakat Raja Ampat,” harapnya.

Pos terkait