Khawatir Tutup Saluran Limbah, BBWS Hentikan Pembangunan Proyek Parapet

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali -Juana Provinsi Jawa Tengah menghentikan pembangunan parapet yang bakal menutup saluran pembuangan limbah pabrik ke Sungai Banger. Pembangunan parapet yang dihentikan sepanjang 700 meter.

“Di sebelah pabrik itu tidak kita kerjakan,
yang pertama saya sampaikan itu kan sudah ada tembok pabrik, bisa sebagai pengganti parapet,” ujar Pelaksana Teknis Sungai Pantai 2 BBWS, Agus Priyanto di kantornya, Senin (15/5/2023).

Ia menjelaskan bahwa pembangunan parapet di sisi barat sungai tepatnya di belakang pabrik seharusnya masih 700 meter lagi namun dialihkan ke Slamaran jadi 800 meter.

Agus meminta pengalihan sisa proyek pembangunan parapet sepanjang 700 meter ke Slamaran tidak dipersoalkan karena yang di sebelah barat sungai itu memang sengaja tidak dikerjakan.

“Jadi jangan berpikiran itu tidak dikerjakan uangnya ditaruh di mana, dikemanakan karena kita bayar ke kontraktor itu yang dikerjakan.,” kata Agus menjelaskan.

Agus menyebut anggaran proyek nilainya cukup besar namun kenyataan di lapangan masih terjadi kekurangan untuk volumenya dipindahkan ke Slamaran sesuai permintaan pihak pemerintah Kota Pekalongan.

Selain itu ada yang namanya skala prioritas sehingga anggaran tidak menjadi sia-sia tanpa dimanfaatkan yang artinya bahwa tembok pabrik bisa menjadi penahan limpasan air Sungai Banger.

“Pemindahan parapet itu sesuai kebutuhan lapangan, eman-eman pasang dobel karena di situ sudah ada tembok pabrik. Jadi mending taruh di tempat yang lain,” terang Agus.

Agus juga mengakui bahwa perencanaan awal pembangunan parapet di kanan kiri Sungai sama-sama berakhir di jembatan banger namun karena ada alasan efisiensi akhirnya dipindahkan.

Konsultan Pengawas Proyek dari PT Suwanda Karya, Nafis Imron menambahkan bahwa tembok pabrik secara fisik sudah ada proteksinya yang berfungsi seperti parapet. Takutnya kalau diganggu justru nantinya akan menimbulkan masalah.

“Itu sudah permanen dan sudah ada eksisting, Jadi sebenarnya itu berfungsi sebagai parapet juga,” jelasnya.

Ia pun membeberkan bahwa di perencanaan parapet yang dibangung sepanjang 5 kilomoter terhitung mulai dari jalur pantura hingga ke pantai Slamaran.

Nafis Imron juga mempertanyakan tembok pabrik yang sudah eksisting atau permanen masih mau dibangun parapet dengan fungsi yang sama itu untuk apa.

“Jadi kemarin pabrik itu sempat khawatir, karena kalau diparapet itu kan ada lubang-lubang saluran pabrik (pembuangan limbah). Oleh karena itu kita tidak lakukan penanganan parapet ya, kita cuman lakukan penggalian saja yang diperdalam,” bebernya.

Pihaknya dalam mengerjakan di lokasi juga merasa khawatir bila tetap dipasang parapet di lokasi akan langsung tertutup saluran limbahnya.

Pos terkait