Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA — Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara mencatat sejarah baru dalam dunia militer Indonesia. Kopasgat resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satuan militer pertama di Indonesia yang memiliki regu terjun Wingsuit.
Penyerahan piagam penghargaan dilakukan oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, kepada Komandan Kopasgat (Dankopasgat) Marsda TNI Deny Muis, S.E., M.M., dalam sebuah upacara resmi di Lapangan Tembak Djamsuri, Markas Wing Komando I Kopasgat.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pembentukan regu Wingsuit tersebut, antara lain : Kolonel Pas Helmi A. Nange, S.E., M.M. – Komandan Wing Komando I Kopasgat; Letkol Pas Riwan Sugiyono, M.Tr.SOU – Komandan Detasemen Matra 1 Wingko I Kopasgat; Perwakilan tim peterjun Wingsuit Kopasgat.
Pengakuan terhadap prestasi ini juga datang dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Melalui Ketua Komite Terjun Payung Indonesia, Irfan Suladri, FASI memberikan apresiasi atas keberhasilan Kopasgat membentuk regu Wingsuit pertama di lingkungan militer nasional. Ia menyebut capaian ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pengembangan kemampuan tempur udara TNI AU.
“Ini tidak hanya sebuah rekor, tetapi juga wujud dari transformasi strategis dalam kemampuan operasi lintas udara militer Indonesia,” ujar Irfan.
Pembentukan regu terjun Wingsuit ini merupakan bagian dari implementasi visi TNI Angkatan Udara yang dikenal dengan singkatan AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis). Inisiatif ini digagas langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme dan kapabilitas tempur prajurit TNI AU.
“Ini merupakan wujud kesiapan kami dalam menghadapi tantangan operasi udara masa depan. Kami terus berinovasi untuk meningkatkan kompetensi dan ketangguhan pasukan khusus,” ujar Marsda Deny Muis dalam sambutannya.
Wingsuit adalah jenis pakaian terbang yang memungkinkan peterjun melayang di udara menggunakan gaya aerodinamis, memberikan manuver yang jauh lebih presisi dan fleksibel ketimbang terjun payung konvensional. Dalam konteks militer, keahlian ini sangat strategis untuk operasi infiltrasi, pengintaian, dan mobilisasi cepat di medan sulit.
Pembentukan regu Wingsuit Kopasgat tidak hanya menjadi kebanggaan institusi TNI AU, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan teknologi militer berbasis kecepatan dan presisi di udara.**








