Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Suasana haru sekaligus penuh semangat mewarnai halaman Rutan Kelas IIA Pekalongan pada Senin (25/8/2025). Lima orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi diberangkatkan menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya Nusakambangan. Pemindahan ini bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan langkah strategis dalam mendukung program percepatan pembangunan dan ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sebelum keberangkatan, Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, memberikan pembekalan khusus. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Nusakambangan kini tidak lagi dipandang sebagai pulau penuh stigma, melainkan sebagai ruang baru untuk menata diri dan berkarya.
“Pemindahan ini bagian dari program besar ketahanan pangan. WBP akan terlibat dalam sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM. Kami ingin mereka pulang nanti dengan keterampilan baru dan bekal kemandirian,” jelas Nanang.
Program ketahanan pangan di Nusakambangan sendiri kini digarap serius dengan memanfaatkan lahan seluas 2.000 hektare. WBP tidak hanya berperan dalam memastikan ketersediaan pangan untuk kebutuhan lapas, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan skema bagi hasil agar lebih siap saat kembali ke masyarakat.
Lima WBP yang dipindahkan adalah mereka yang telah lolos seleksi ketat: sudah menjalani setengah masa pidana, tidak pernah gagal integrasi, bukan pelaku kejahatan luar biasa, bukan residivis, serta memiliki catatan disiplin baik. Meski dianggap minim risiko, proses pemindahan tetap dilakukan dengan pengawalan ketat dari petugas pengamanan.
“Kesempatan ini bukan akhir, melainkan awal baru. Kami berharap mereka memanfaatkan setiap ilmu yang didapat, agar bisa pulang bukan hanya sebagai mantan WBP, tetapi sebagai pribadi yang lebih mandiri dan bermanfaat,” pungkas Karutan.**








