Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
TEGAL, JATENG – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan, Tri Haryanto, melakukan kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tegal pada Kamis (29/1/2026). Kedatangan rombongan Bapas ini disambut langsung oleh Kapolresta Tegal, Kombes Pol. Heru Antariksa, di ruang kerjanya. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus memantapkan kerja sama antarinstansi penegak hukum di wilayah Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Haryanto membawa serta jajaran struktural dan fungsional Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Fokus utama dari pertemuan ini adalah meningkatkan sinergi dalam penanganan perkara pidana, khususnya yang melibatkan masyarakat di bawah pengawasan Bapas. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang intensif adalah kunci keberhasilan penegakan hukum yang humanis.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai pendampingan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Tri Haryanto menekankan pentingnya peran Pembimbing Kemasyarakatan sejak dimulainya proses penyidikan hingga tahap diversi atau persidangan. Hal ini dilakukan guna memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses hukum bagi anak di wilayah Tegal berjalan sesuai koridor hukum yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Oleh karena itu, koordinasi dengan jajaran Polresta Tegal menjadi prioritas kami,” ujar Kepala Bapas Pekalongan, Tri Haryanto, di sela-sela diskusi.
Selain masalah anak, pertemuan tersebut juga membahas pengawasan terhadap klien pemasyarakatan yang tengah menjalani program reintegrasi sosial, seperti Pembebasan Bersyarat (PB) maupun Cuti Bersyarat (CB). Pengawasan bersama ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya residivisme atau pengulangan tindak pidana oleh para klien di tengah masyarakat.
Kapolresta Tegal, Heru Antariksa, menyambut baik inisiatif koordinasi ini dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung tugas-tugas Bapas di lapangan.
“Sinergi ini sangat vital untuk menjaga kondusivitas wilayah. Kami akan selalu berkolaborasi, terutama dalam hal pertukaran data dan pengawasan klien agar mereka benar-benar dapat kembali ke masyarakat dengan baik,” tegas Heru.**







