Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Utara Pekalongan, Identitas Masih Misterius

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

PEKALONGAN, JATENG – Warga di kawasan pantai utara Kota Pekalongan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di sekitar lokasi proyek breakwater. Mayat pertama kali terlihat oleh para pekerja proyek yang sedang beraktivitas di lokasi.

Seorang saksi mata, Marino, mengaku awalnya mengira benda yang hanyut dari laut itu adalah sampah.

“Tadinya terlihat seperti ada sampah dari arah laut terombang-ambing menuju ke sini. Seperti ada helm, tapi semakin dekat makin jelas ternyata ada kaki terapung,” ujarnya di lokasi kejadian, Sabtu (13/9/2025).

Ia bersama rekan-rekannya lalu memastikan benda tersebut.

“Setelah kita curiga kalau itu orang, kita rame-rame samperin. Dan benar, memang mayat. Kondisinya masih utuh, pakai baju kurung atau kebaya lengkap, dengan celana, sepatu, helm, dan tas,” tambahnya.

Kabar penemuan mayat itu segera dilaporkan ke pihak berwajib. Tak lama, petugas Satpol Airud Polres Pekalongan Kota, petugas piket Pos Angkatan Laut dan tim PMI setempat datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kasatpol Airud Polres Pekalongan Kota, Iptu Ponco Budiarto membenarkan adanya temuan tersebut.

“Informasi awal dari masyarakat menyebutkan ada mayat di sebelah utara krematorium Kelurahan Panjang Baru, sekitar 100 meter dari bibir pantai. Setelah dievakuasi, diketahui korban adalah seorang perempuan, namun identitasnya belum bisa dipastikan,” terangnya.

Menurutnya, mayat tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Bendan untuk dilakukan visum dan penyelidikan lebih lanjut. Dari pemeriksaan awal, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Sedangkan ciri-ciri korban yaitu memakai celana cokelat, sepatu hitam, jaket rangkap dua, baju dalam, serta celana jin rangkap dua. Usianya diperkirakan sekitar 25 sampai 30 tahun. Kondisi mayat masih utuh,” kata Iptu Ponco.

Yang mengejutkan, petugas juga menemukan sejumlah benda yang menambah misteri kasus ini.

“Ada surat kuasa dan kertas yang berisi kata-kata, tapi tidak mencantumkan identitas, alamat, atau keluarga korban. Kalimatnya sulit dipahami. Ada juga nomor telepon yang ditemukan, namun saat dicoba dihubungi tidak tersambung,” jelasnya.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke Polres Pekalongan Kota atau RSUD Bendan.**

Pos terkait