Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM — Aksi pencurian kembali menyasar tempat ibadah di wilayah Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Kali ini, kotak infak di Masjid Baitul Amin yang berlokasi di Jalan Mastrip VB RT 03 RW 02 dibobol maling pada Rabu (18/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh takmir masjid, Bilal, sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mendapati kondisi kotak infak dalam keadaan rusak, dengan kunci yang telah dibobol serta kaca yang pecah.
“Diperkirakan kejadian berlangsung antara pukul 01.00 hingga 02.00 WIB. Karena kegiatan tadarus terakhir jamaah berakhir sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Bilal saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pelaku diduga dengan leluasa masuk ke area masjid karena tidak adanya sistem pengamanan seperti kamera pengawas (CCTV) maupun pagar pembatas. Kondisi tersebut membuat masjid terbuka dan mudah diakses oleh orang luar.
Kejadian ini menambah daftar kasus serupa di wilayah yang sama. Sebelumnya, dalam kurun waktu sepekan terakhir, aksi pencurian kotak infak juga terjadi di Masjid At-Taqwa yang berada di RW 03, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Sorotnews.co.id telah menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Warugunung, Aipda Arif dari Polsek Karangpilang melalui pesan WhatsApp. Ia menyarankan agar pihak pengurus masjid segera melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polsek Karangpilang agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, sejumlah warga dan jamaah setempat menilai perlunya peningkatan keamanan lingkungan, terutama dengan mengaktifkan kembali ronda malam. Hal ini dinilai penting, mengingat kejadian pencurian cenderung meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Perlu ada ronda malam lagi agar lingkungan lebih aman, apalagi sekarang mendekati Lebaran,” ujar salah satu jamaah kepada Sorotnews.co.id.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti jumlah kerugian akibat kejadian tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan pengamanan di lingkungan masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.**








