Menuju 2030, Telkom Rampingkan Anak Usaha Menjadi 20 Perusahaan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan strategi bisnis jangka panjang menuju tahun 2030 dengan salah satu fokus utama pada perampingan jumlah anak perusahaan. Dari sekitar 60 perusahaan yang ada saat ini, Telkom menargetkan hanya mempertahankan 20 anak usaha yang benar-benar selaras dengan arah bisnis digital telco yang ingin dicapai perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, dalam Executive Media Briefing di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (1/12/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Arthur—yang akrab disapa Lolo—didampingi Direktur Strategic Business Development Portfolio Telkom, Seno Soemadji, memaparkan empat pilar transformasi Telkom.

Arthur menjelaskan bahwa transformasi Telkom menuju 2030 dituangkan dalam empat pilar utama: Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, odus Operandi Shift.

Menurutnya, pilar Operational & Service Excellence berfokus pada peningkatan efisiensi sehingga memberikan dampak langsung pada cashflow dan profitabilitas perusahaan. Pilar kedua, Streamlining, adalah langkah perampingan anak usaha agar seluruh entitas dalam grup bergerak selaras dengan model bisnis inti Telkom.

Pilar ketiga bertujuan mengoptimalkan nilai tambah (unlock value), sedangkan pilar keempat menjadi langkah Telkom untuk bertransformasi menjadi strategic holding.

“Kami memiliki kurang lebih 60 anak perusahaan. Saat saya bergabung, jumlahnya 55, dua bulan kemudian sudah bertambah lagi tujuh. Banyak yang kurang selaras dengan model bisnis yang ingin kita capai sampai tahun 2030,” ujar Arthur.

Sebagian anak usaha Telkom dinilai tidak berkaitan dengan bisnis inti perusahaan, seperti empat hotel dan satu resort, sehingga tidak memberikan kontribusi strategis terhadap arah digitalisasi perusahaan.

“Irisannya dengan digital telco sangat minim, jadi jangan khawatir langkah ini akan mempengaruhi performa kami,” jelas Arthur.

Perampingan anak usaha tersebut akan dilakukan melalui tiga mekanisme:

1. Divestasi

Telkom akan melepas 20 anak perusahaan dengan kepemilikan mayoritas dan tujuh anak perusahaan dengan kepemilikan minoritas. Entitas yang akan dilepas bergerak di antaranya pada layanan ATM dan bisnis perhotelan.

2. Merger

Sekitar sembilan anak usaha yang memiliki bidang usaha saling tumpang tindih akan digabungkan agar lebih fokus dan efisien.

3. Likuidasi

Sebanyak tujuh anak perusahaan yang sudah dormant akan ditutup.

“Ini sudah lama tidak diurus, kita harus cabut NPWP dan menyelesaikan seluruh administrasinya,” ujarnya.

Perampingan anak usaha kerap memunculkan kekhawatiran publik, terutama terkait nasib karyawan. Telkom memastikan proses divestasi dilakukan secara selektif dan bertanggung jawab.

“Prioritas kami adalah menempatkan perusahaan ini di tangan pemilik baru yang lebih tepat. Dengan begitu, bisnis bisa terus berkembang dan pegawai juga bisa berkembang,” tegas Arthur.

Ia menambahkan bahwa Telkom sangat mempertimbangkan keberlanjutan karier para karyawan yang telah lama menjadi bagian dari portofolio perusahaan.**

Pos terkait