Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI TIMUR, NTT – Puluhan Nelayan mengeluh terjadinya Kelangkaan solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Gongger, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Nelayan resah karena kelangkaan solar terjadi di tengah datangnya musim ikan. Meskipun sudah membawa surat rekomendasi dari dinas terkait, nelayan tidak bisa mendapat solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) seperti sebelumnya.
Salah satu nelayan, Basri mengatakan, meskipun telah ada payung hukum yang mengatur masalah alokasi solar subsidi untuk nelayan, hingga saat ini nelayan masih kesulitan untuk mendapatkan BBM subsidi. Akibat tidak mendapatkan solar bersubsidi, banyak dari para nelayan di Lamba Leda Utara yang terancam tidak bisa melaut.
“Kita nelayan di sini pakai solar subsidi, kita kesulitan solar mulai kemarin. Kemarin sudah tidak ada solar,” kata Basri kepada media ini pada Minggu (6/4/2025).
Jika bahan bakar solar terus habis dan susah dicari, dengan terpaksa para nelayan tidak bisa melaut. Saat ini, ia dan nelayan yang lain masih memiliki sekitar 10-15 liter solar. Sebanyak 10-15 liter itu bisa habis dalam waktu 1 hari melaut.
“Ini masih ada 10-15 liter, kalau tidak ada lagi sudah tidak bisa melaut. Melaut ini lihat musim. Biasanya 20-25 liter solar sehari,” jelasnya.
Hingga saat ini, para nelayan masih bisa melaut. Akan tetapi sebagian dari nelayan menggunakan bahan bakar non subsidi yang harganya jauh lebih mahal dari solar subsidi.
Beberapa nelayan terpaksa hanya menunggu datangnya pasokan solar. Sedangkan sebagian nelayan lainnya berburu solar ke Kabupaten lainnya dengan resiko mengeluarkan biaya tambahan untuk kendaraan pengangkut.
Nelayan yang nekat melaut dengan minimnya pasokan solar hanya dapat melaut beberapa mil dari bibir pantai dengan resiko mendapat sedikit tangkapan ikan.
Terpisah Media Sorotnews mengkonfirmasi pengelola SPBUN Gonger yang merupakan seorang anggota Polres Manggarai Timur yang diketahui bernama Aipda Djefri G. Loudoe atau biasa disap Jefri, pada Kamis 10 April 2025.
Kepada media ini Jefry menjelaskan, “Bukan kesulitan om, memang sampai sekarang SPBUN belum bisa tebus minyak karna SA (Semacam surat dari Pertamina Untuk penebusan minyak) dari pertamina Reo belum keluar. Jadi kuota bulan april belum bisa di tebus. Kita masih menunggu SA dari pertamina
“Untuk Rekomendasi sudah ada semua, itu dipegang nelayan masing-masing atau mungkin separuh masih di pak kades. Semoga dalam waktu dekat ini bisa keluar SA-nya,” tutur Jefry.**








